Usulan Pemkot Bogor Menyoal Pelebaran Jalan Ditanggapi Komisi III

BOGOR, INDONEWS,– Usulan Pemerintah Kota Bogor soal pembebasan lahan untuk pelebaran jalan di Jembatan Otto Iskandar Dinata Kota Bogor langsung ditanggapi serius oleh Komisi III DPRD Kota Bogor, Mahpudi Ismail

Mahpud mengatakan progres pembebasan lahan membutuhkan waktu yang panjang. Menurutnya alangkah lebih baiknya, pembebasan lahan dilakukan pada saat masa anggaran murni.

“Pembebasan lahan itu kan perlu progres yang lama, tidak bisa dalam waktu yang pendek. Kita bukan soal setuju tidak setujunya, tapi waktunya saja. Kalau anggaran murni mungkin oke,” tutupnya.

Sementara saat Disinggung soal anggaran, Mahpudin mengungkapkan nominal pembebasan lahan di jembatan otista ssenilai 10 miliar.

Namun dirinya pesimis, jika pembebasan lahan bisa rampung pada tahun ini.

“Pembebasan lahan tidak mungkin dilakukan sepenuhnya dalam masa anggaran perubahan, karna kita juga tidak berani melakukan itu, karna waktu durasinya pendek cuma berapa bulan saja, takutnya nanti memaksakan,” katanya

Pemerintah Kota Bogor mengusulkan anggaran untuk pembebasan lahan di seputaran Jembatan Otista, Kecamatan Bogor Tengah Kota Bogor . Pasalnya jembatan otista sendiri akan dilakukan pelebaran pada tahun 2020.

Selain itu, tujuan dari pelebaran jembatan otista dikarenakan di kawasan tersebut menjadi salah satu biang kemacetan.

Wakil Walikota Bogor, Dedie A Rachim mengatakan untuk pembebasan lahan dirinya mangajukan anggaran sekitar Rp 5-8 Miliar dan hingga kini masih dalam pembahasan.

“Saat ini prosesnya sedang dilaksanakan revisi DED dan pengukuran peta bidang. Peta bidang kita dahulukan sekarang agar perubahan bisa untuk appraisal dan pembebasan tanahnya,” pungkasnya. (Wawan Kurniawan)

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook