Panitia Qurban Dilarang Gunakan Kantong Plastik dalam Pendistribusian Daging

BOGOR, INDONEWS,-– Wakil Wali Kota Bogor Dedie Rachim membuka sosialisasi tata cara pemotongan hewan Qurban dan Pelatihan Juru Sembelih Halal (Juleha) di Paseban Sri Baduga, Komplek Balai Kota Bogor, Senin (5/8/2019). Dalam kegiatan itu, Dedie mengimbau kepada panitia penyelenggara untuk tidak menggunakan kantong plastik saat proses pendistribusian daging Qurban.

“Berkaitan dengan program Bogor Tanpa Kantong Plastik, Idul Adha ini kami imbau kepada berbagai pihak terkait dalam proses pemotongan hingga distribusi untuk menggunakan alternatif pembungkus lainnya selain kantong plastik. Misalnya pakai daun pisang, besek (anyaman dari bambu), atau membawa wadah sendiri,” ujar Dedie.

Dedie menuturkan bahwa Pemkot Bogor sejak 1 Desember 2018 menerapkan Perwali No 61 Tahun 2018 tentang pengurangan kantong plastik di pusat perbelanjaan dan toko ritel modern. “Bahwa sekarang masih dalam proses, seperti kemarin yang kita fokuskan adalah tidak memakai kantong plastik di swalayan, dan sekarang momennya pas maka kita pakai untuk sosialisasi,” katanya.

Sementara itu, terkait pelatihan Juleha, Kepala Dinas Pertanian (Distani) Kota Bogor, Irwan Rianto mengatakan, Pemkot Bogor bekerjasama dengan Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara Bogor, menggelar acara sosialisasi tata cara pemotongan hewan kurban.

Tahun ini, kata dia, pihaknya mengundang 68 orang pengurus DKM dari setiap kelurahan. “Juleha ini sudah berjalan tiga tahun dan setiap tahun berganti orang. Nanti ada sertifikat khusus dari pelatihan ini yang dipegang peserta,” kata Irwan.

Selain melatih juru sembelih, lanjut Irwan, pihaknya juga akan melakukan kunjungan ke bursa hewan kurban dan memeriksa hewan kurban yang di jual di Kota Bogor dengan mengerahkan 130 tenaga medis. “Insya Allah nanti juga ada tambahan tenaga medis dari pusat sebanyak 10 orang untuk membantu hanya saja belum tahu kapan mereka akan datang. Yang jelas 130 orang tenaga medis dari kami sudah disiapkan,” ujarnya.

Masih kata Irwan, pihaknya sudah mensosialisasikan kepada semua pedagang jika hewan yang di bawa ke Kota Bogor sudah memenuhi persyaratan untuk Qurban. Kalau ada masalah maka diimbau untuk tidak dijual dan akan di karantina. “Untuk hewan Qurban sendiri banyak didatangkan dari luar Jawa Barat seperti sapi banyak didatangkan dari Jawa, Bali dan Lombok. Untuk kambing sekitar Jawa Tengah dan Jawa Timur,” jelasnya. (Wawan Kurniawan/Humpro)

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook