Dikebut, Pembangunan Kolam Retensi Cibuluh Selesai Desember 2019

Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Kota Bogor saat meninjau lokasi Pembangunan kolam retensi Cibuluh

BOGOR, INDONEWS,– Pembangunan kolam retensi Cibuluh dimulai Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Kota Bogor. Pasalnya, lelang pekerjaan fisik dengan nilai pagu Rp9,6 milyar telah dimenangkan CV Ananda Azka Perkasa dengan harga penawaran sebesar Rp8,8 milyar.

“Mulai masuk rencana pekerjaan Senin lalu, paling kita fokus pada pemasangan papan pembatas dulu karena khawatir nanti warga ada yang masuk ke lokasi pekerjaan. Minggu depan alat berat sudah masuk,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Air pada DPUPR Kota Bogor, Setia Mulya, Kamis 8 Agustus 2019.

Setia menegaskan, pekerjaan direncanakan berjalan selama 150 hari kalender atau hingga 27 Desember 2019. Namun dia ingin adanya percepatan. Hal itu dilakukan sebagai antisipasi masuknya musim penghujan menjelang akhir tahun. Apalagi lokasi kegiatan juga lebih leluasa karena jauh dari permukiman warganya.

“Di lokasi, posisi aman karena tidak terganggu warga. Akses masuk juga tersendiri, standarnya pekerjaan delapan jam, tapi saya minta kalau kepepet sampai malam,” tuturnya.

Secara teknis, kata Setia, kolam retensi yang ada di Kelurahan Tanah Baru Kecamatan Bogor Utara itu akan dibangun di atas lahan seluas 4.000 meter persegi. Namun hanya 3.300 meter persegi yang akan dijadikan kolam.

“Kedalaman variatif mungkin rata-rata sampai lima meter, kurang lebih 15 ribu kubik air bisa tertampung dan bisa menahan air sampai lima jam,” terangnya.

Sementara sisa lahan yang belum digunakan, tambah dia, akan dikerjakan pada pembangunan tahap kedua. Salah satunya untuk akses jalan inspeksi. DPUPR Kota Bogor akan mengusulkan kembali bantuan anggaran dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Sebab pembangunan itu masuk ke dalam program pengendalian banjir yang dibutuhkan ibu kota.

“Mudah-mudahan ada bantuan lagi dari Banprov DKI. Karena bantuan DKI itu hanya fokus pada program pengendalian banjir. Tidak boleh untuk yang lain. Usulan di tahap dua kita Rp15 milyar. Tapi tidak tahu yang akan diberikannya berapa,” jelasnya.

Setia juga mengaku telah melakukan sosialisasi kepada warga setempat terkait pembangunan tersebut. Termasuk kepada pihak pemerintah setempat. Sehingga diharapkan pembangunan bisa berjalan lancar dan tepat pada waktunya.

“Kita sudah sosialisasi ke warga, pihak Rusunawa Cibuluh, termasuk kelurahan karena ada penggunaan jalan masuk, saya optimis semua selesai tepat waktu,” pungkasnya. (Wawan Kurniawan)

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook