Pelajar Tangerang Terlindung dari Bahaya Narkoba

TANGERANG, INDONEWS,– Sejumlah pelajar SMK Kota Tangerang menjalani tes urine yang dilakukan Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Tangerang. Kesbangpol melakukan kegiatan tes urine kepada siswa-siswi SMK Voctech, Cimone, Kecamatan Karawaci, Kamis (8/7/19) untuk memastikan bahwa pelajar ini terlindungi dari bahaya narkoba.

Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB ini diikuti 225 siswa, mulai dari kelas 10 sampai 12. Saat memulai, siswa sekolah dipanggil satu per satu. Mereka berbaris mengisi daftar absensi untuk kemudian diberikan wadah urine. Mereka diarahkan ke kamar mandi dengan didampingi petugas BNN dan Satpol PP.

Usai mengisi wadah, selanjutnya dilakukan test drug secara langsung. Wajah-wajah tegang para siswa-siswi mulai terlihat. Mereka kelihatan bingung, belum mengerti apa yang akan diuji. Selama tes dilakukan, tidak ditemukan pengguna positif narkoba.

Kepala Seksi Ketahanan Bangsa dan Masyarakat Kesbangpol Kota Tangerang, Agung Pujarama, menuturkan, kegiatan tersebut merupakan kegiatan rutin Kesbangpol. Setahun, dilakukan 12 kali. Selain sekolah, kegiatan tersebut juga menyasar aparatur sipil negara dan pegawai Badan Usaha Milik Daerah.

Untuk penentuan sekolah yang akan dilakukan tes urine, Kesbangpol akan berkoordinasi dengan Badan Narkotika Nasional dan pihak kepolisian. Ada beberapa variabel yang menjadi pertimbangan sehingga sekolah tersebut dilakukan tes urine.

“Alhamdulillah sejauh ini belum ada yang positif. Jika nantinya ada positif kami akan menyerahkan ke BNN untuk direhabilitasi. Tugas kami hanya sampai disitu,” katanya.

Agung menjelaskan, dengan diadakannya kegiatan tersebut, diharapkan bisa mendukung program pencegahan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba menuju Kota Tangerang bersinar alias bersih dari narkoba.

“Ini juga sebagai bentuk kepedulian kasih sayang kepada pelajar yang ada di Kota Tangerang. Di usia mereka yang sekarang, perlu perhatian khusus dari pemerintah. Dengan begitu, mereka bisa mendukung program dengan tema memerangi narkoba selamatkan generasi,” paparnya.

Di tempat sama, siswa kelas 12 SMK Voctech Muhamad Nanda, mengaku awalnya takut dengan uji tersebut. Ia belum mengetahui secara jelas seperti apa tes yang akan dilakukan. Bahkan dia mengira akan disuntik dalam test urine tersebut.

“Jujur saja, awalnya takut, karena belum pernah tes urin. Alhamdulillah positif karena saya tidak mengonsumsi narkoba,” terangnya.

Hal senada dikatakan Febri Ariadi Siswa kelas 12. Ia mengaku biasa aja, dan tidak takut menjalani test tersebut. “Saya tidak takut, kenapa harus takut. Jangankan ngonsumsi, pernah lihat barangnya juga tidak,” pungkasnya. (Ricky Munir)

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook