KPK Datangi Kantor Bupati Bogor

BOGOR, INDONEWS,-– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendatangi Bupati Bogor, Ade Yasin serta dua instansi yang ada di Bumi Tegar Beriman, Kamis (8/8/2019).

Kedatangan Tim Koordinasi, Supervisi dan Pencegahan (Korsupgah) KPK untuk melakukan monitoring dan evaluasi (monev) kinerja Pemkab Bogor dalam triwulan II 2019.

Ketua Tim Korsupgah KPK Wilayah Jawa Barat, Tri Budi Rochmanto, menjelaskan Pemkab Bogor saat ini menduduki peringkat ketiga di Jawa Barat dalam Monitoring Center of Prevention (MCP), dengan nilai 69%.

“Tadi monev dengan terkait program pencegahan korupsi terintegrasi untuk tahun 2019,” kata Tri Budi, Kamis (8/9/2019).

Setelah monev, Tim Korsupgah yang beranggotakan dua orang itu meninjau kantor Badan Pengelola Pendapatan Daerah (Bappenda) dan Unit Layanan Pengadaan Barang dan Jasa (ULPBJ).

“Kunjungan ke Bappenda terkait aplikasi host to host terkait data BPN dengan data Bappenda. Juga terkait optimalisasi pajak daerah dengan memasang taping box atau alat rekam transaksi untuk restoran dan hotel,” kata Tri.

Sementara di ULPBJ, Tri menjelaskan jika beban kerja yang diemban terlalu berat jika dikelola oleh instansi setingkat Bagian berada di bawah Sekretariat Daerah. Pasalnya, setiap tahun pelelangan di Bumi Tegar Beriman lebih dari 1.000 buah.

Kunjungan ke Bappenda terkait aplikasi host to host terkait data BPN dengan data Bappenda. Juga terkait optimalisasi pajak daerah dengan memasang taping box atau alat rekam transaksi untuk restoran dan hotel,” kata Tri.

Sementara di ULPBJ, Tri menjelaskan jika beban kerja yang diemban terlalu berat jika dikelola oleh instansi setingkat Bagian berada di bawah Sekretariat Daerah. Pasalnya, setiap tahun pelelangan di Bumi Tegar Beriman lebih dari 1.000 buah.

“Cuma di seluruh Indonesia seperti ini. Karena ada SOTK baru jadi semua setara Bagian. Tapi harusnya ditingkatkan supaya lebih indenpenden,” tegasnya.

Dipilihnya dua instansi itu, kata Tri, karena memiliki peranan penting dalam sektor keuangan dan pembangunan daerah. “Ya, karena dua instansi ini kami lihat perlu perhatian lebih. Tapi bukan karena ada pengaduan,” katanya. (Wawan Kurniawan)

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook