Tunjangan ASN Rajin dan Tukang Tidur Bakal Dibedakan?

BOGOR, INDONEWS,-– Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor ingin membedakan Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP), bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) rajin dan mereka yang tukang tidur.

“Bukan menaikkan. Tapi saya minta ASN berlari. Tapi insentifnya harus jelas. Misalnya lurah. Jangan sampai lurah yang rajin turun dalam seminggu, pendapatannya sama saja dengan lurah tidur tiap hari,” kata Bima di kediamannya, Pendopo 6, Baranangsiang Indah, Bogor Timur, Minggu (11/8/2019).

Namun, kata dia, pemkot masih belum menemukan formulasi untuk menentukan parameter penilaiannya.

Namun, kata Bima, intinya setiap ASN harus memiliki kinerja dengan hasil nyata yang telihat dan bisa dirasakan masyarakat.

“Kita sedang rumuskan indikatornya. Di Bandung sudah ada indikatornya apa-apa saja. Kalau sekarang nggak ada bedanya. Yang rajin dan tidak, tunjangannya sama saja,” kata dia.

Bahkan, kata Bima, dalam keberhasilannya, ASN biasa menerima TPP hingga Rp20 juta. Namun, dia akan menganggarkannya dalam APBD 2020 nanti.

“Kenapa tidak (Rp20 juta). Jadi kerja ada ukurannya. Buktinya disampaikan, kemudian baru dapat tunjangan,” kata Bima.

Sesuai PP Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah, pada Pasal 63 ayat 2 disebutkan pemerintah daerah dapat memberikan tambahan penghasilan berdasarkan pertimbangan objektif dengan memperhatikan kemampuan keuangan daerah dan memperoleh persetujuan DPRD.

Dengan begitu, daerah dengan APBD besar dan disepakati dengan DPRD, dapat memberikan tambahan penghasilan sebanyak-banyaknya kepada PNS.

Namun, ada beberapa tunjangan lain yang diberikan kepada abdi negara. Diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 72 /PMK.05/2016 tentang Uang Makan Bagi Pegawai Aparatur Sipil Negara, PNS pun mendapatkan uang makan.

Besarannya diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan R.I. Nomor 32/PMK.02/2018 tentang Standar Biaya Masukan Tahun Anggaran 2019 yang diterbitkan Menteri Keuangan pada tanggal 29 Maret 2018.

PNS Golongan I dan II mendapat uang makan Rp35.000 per hari, Golongan III dapat Rp37.000 per hari, Golongan IV dapat Rp41.000 per hari.

Ada pula tunjangan jabatan yang diatur dalam Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang Tunjangan Jabatan Struktural, di mana Golongan IA mendapatkan Rp5.500.000 dan Golongan terendah, yaitu VA adalah Rp360.000.

Juga ada tunjangan keluarga yang diatur dalam Pasal 16 PP Nomor 7 Tahun 1977. Isinya PNS yang beristeri/bersuami diberikan tunjangan isteri/suami sebesar 5% dari gaji pokok, dengan ketentuan apabila suami isteri kedua-duanya berkedudukan sebagai PNS, maka tunjangan ini hanya diberikan kepada yang mempunyai gaji pokok lebih tinggi.

PNS yang melakukan perjalanan dinas juga mendapat uang perjalanan. Itu diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 07/PMK.05/2008 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 45/PMK.05/2007 tentang Perjalanan Dinas Jabatan Dalam Negeri Bagi Pejabat Negara, Pegawai Negeri, Dan Pegawai Tidak Tetap. (Wawan Kurniawan)

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook