PKL Hancurkan Program Bogor Hijau

Pedagang kaki lima yang berjualan di atas trotoar untuk pejalan kaki

BOGOR, INDONEWS,– Program Bogor Hijau yang dicanangkan Pemerintah Kota Bogor bisa dibilang hanya isapan jempol belaka. Sebab, program tersebut dinilai minim pengawasan dari pihak Pemkot Bogor. Buktinya, sejumlah pedagang kali lima (PKL) dengan bebasnya berjualan di trotoar untuk pejalan kaki dan merusak pemandangan kota.

“Keberaaan PKL menghancurkan program Bogor Hijau dan Bogor Clean. Nyatanya, keberadaan PKL ini membuat lokasi terlihat kumuh, menutupi pemandangan hingga mengganggu keindahan Kota Bogor,” kata Hermawan saat mengunjungi Jalan Siliwangi, Lawanggintung, Kecamatan Bogor Selatan, Selasa (13/8/2019).

Hermawan yang mengaku sering berkunjung ke jalan Siliwangi juga menyayangkan sikap Satpol PP Kota Bogor yang tak becus menertibkan para PKL ini.

“Apakah Satpol PP atau pihak yang berkompeten lainnya tidak tahu akan keberadaan PKL ini, sehingga terkesan dibiarkan. Ataukah mereka tidak peduli dengan program Bogor Hijau dan indah. Entahlah silahkan konfirmasi ke yang bersangkutan,” ucapnya.

Hermawan memberikan apresiasi kepada Pemkot Bogor yang mencetuskan program Bogor Hijau dan Bogor Clean. Namun, kata dia, hal tersebut juga harus diimbangi dengan pengawasan serta perawatan agar program berjalan sesuai harapan.

“Intinya Pemkot Bogor sangat bagus membuat program-program tersebut, hanya saja ini pihak yang berkewajiban jangan hanya berdiam diri, harus proaktif memantau sejauh mana program berjalan. Jika sudah melakukan itu, saya yakin taka da lagi gangguan seperti keberadaan PKL yang berjualan di trotoar seenaknya seperi ini,” pungkasnya.

Senada diungkapkan sejumlah pemilik ruko di kawasan jalan Siliwangi, bahwa selain keberadaan PKL yang mengganggu keindahan dan menutupi pemandangan para pemilik ruko, banyak juga pemilik kendaraan yang parkir sembarangan di trotoar . Alhasil, pemilik ruko merasa dirugikan karena pengunjung minat beli menjadi kurang.

“Ruko atau toko kita tertutup, jadi kurang kelihatan sama pengunjung. Selain itu, PKL berjualan di trotoar sangat menganggu bagi pejalan kaki,” ucap I, salah satu pemilik ruko yang meminta identitasnya diinisialkan.

Dampak lainnya, kata dia, di kawasan tersebut juga sering terjadi kecelakaan bagi penyebrang jalan. “Sering kecelakaan soalnya orang nyebrang dengan caca nyerong karena terhalang para PKL. Jadi kami minta Pemerintah Kota Bogor agar menindaklanjuti hal tersebut demi kenyamanan bersama,” tanadas I. (Wawan Kurniawan)

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook