Terkait KIA ‘Siluman’, Disdukcapil Kab. Bogor Sebut Tidak Menutup Kemungkinan Adanya Calo

BOGOR, INDONEWS,– Di Kabupaten Bogor, ditemukan adanya Kartu Identitas Anak (KIA) dengan jumlah cukup banyak yang tak jelas penerbitannya. KIA tersebut pun diduga KIA siluman.

Sementara Kasie Identitas Penduduk di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bogor, Dra. Endah Handayani MA mengungkapkan, tidak menutup kemungkinan di Disdukcapil adanya praktik pencaloan.

“Penerbitan KIA ini tidak boleh sama orang lain, ataupun dikuasakan. Saya tidak tahu menahu soal adanya pengajuan KIA melalui koletif atau lewat calo hingga terbit KIA dengan jumlah cukup banyak dalam waktu bersamaan itu. Yang jelas, tata cara pembuatan KIA yang kami layani adalah orangtuanya, itu pun tidak banyak. Kalau yang seperti itu (penerbitan diduga oleh calo, red), saya tidak tahu. Apakah itu hasilnya satu persatu lalu dikumpulin. Kami juga tidak bisa memastikan ini KIA palsu atau asli, karena tidak melihat sendiri. Kita akan melakukan pengecekan,” jelas Endah saat ditemui Indonews di ruang kerjanya, Selasa 13 Agustus 2019.

Kasie Identitas Penduduk di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bogor, Dra. Endah Handayani MA

Pihaknya juga mengaku bahwa tidak menutup kemungkinan di disdukcapil ada oknum yang bermain. Namun, Endah tidak bisa memastikan oknum yang bermain itu siapa.

“Kita hanya berusaha menjalankan SOP dengan baik. Kalau pun ada pegawai yang bermain, kita akan cari. Kita akan mengusut dugaan tersebut dan mencari oknum yang menjadi pelaku praktik pencaloan. Potensi seperti ini (praktik percaloan, red), di didiskucapil memang ada cela untuk memanfaatkannya,” terang Endah.

Ditanya soal anggaran penerbitan KIA tahun 2018, Endah mengaku tidak tahun. Namun untuk tahun 2019, katanya, biaya KIA dari APBD ada. “Kalau tahun 2018 saya tidak tahu, tahun 2019 ada dari APBD. Dan bantuan blanko dari pusat juga ada,” tuturnya.

Terkait adanya dugaan KIA asli atau palsu tersebut, Endah meminta masyarakat mengurus sendiri dalam permohonan penerbitan identitas diri, seperti KTP, KK hingga KIA.

“Kepada masyarakat, kami juga sampaikan bahwa penerbitan KIA ini masih lama, mengingat KIA adalah barang baru. Antusias masyarakat dalam menerbitkan KIA saat ini juga besar, tidak sebanding dengan kekuatan atau kemampuan kami di sni. Kami juga terus melakukan perbaikan di internal disdukcapil bagaiamana agar KIA ini bisa cepat jadi. Saat ini masih membludak pemohon KIA, sehingga staf juga dilemburkan,” pungkasnya.

Terakhir, ketika ditanya apakah KIA ‘siluman’ tersebut merupakan prodak Disdukcapil Kabupaten Bogor, Endah juga menaku tidak bisa memastikan.

“Kami tidak bisa memastikan apakah KIA yang telah terbit itu produk Disdukcapil Kabupaten Bogor atau bukan. Kita harus cek dulu,” pungkasnya. (bon)

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook