Deklarasi Serentak 360 Desa dan Kelurahan Bersih Narkoba

CIANJUR,INDONEWS —-Sebagai Pelopor Desa Bersinar Pemerintah Kabupaten Cianjur melakukan Deklarasi serentak 360 Desa dan kelurahan bersih Narkoba dengan melibatkan para camat, kapolsek, danramil, kepala puskesmas, BhabinKamtibmas, babinsa, kepala desa dan Lurah Se-kab cianjur di Gedung Assakinah Cianjur, Selasa (13/08).

Kegiatan ini dihadiri langsung Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia, Komjen Pol Drs Heru Winarko, Kepala BNN Provinsi Jabar, Plh Sekretaris Daerah Provinsi Jabar Daud Ahmad, Bupati Kab Sukabumi, Walikota Depok, Bupati Purwakarta, Plt Bupati Cianjur H. Herman Suherman, Kepala BNNK Cinjur dan jajaran serta tamu undangan lainnya.

Kepala BNN RI Komjen Pol Drs Heru Winarko mengatakan, untuk tahun ini fokus di Jawa Barat karena berdasarkan hasil penelitian Jabar paling tinggi terutama remaja sampai 5 persen.

“Saya terimakasih sekali dan mengapresiasi kepada Bupati Cianjur dan Juga Ketua BNN yang mengarahkan Kepala Desa maupun Bhabinsa dan Juga Bhabinkamtibmas supaya Desa kita ini bersih dari Narkoba dan bisa mengantisipasi kita. Sehingga mulai dari Desa nanti masuk ke Kota dan kita akan bersihkan semuanya,” katanya.

Ia menuturkan, Jawa Barat menjadi fokus perhatian ketat Badan Narkotika Nasional tahun ini. Selain jumlah terbesar peredaran narkoba, saat ini dari 100 anak muda lima di antaranya sudah terpapar narkoba.

“Di Jabar bukan hanya sabu dan ganja, banyak narkoba jenis lain dengan harga murah dan mudah didapat,” ujarnya.

Ia berharap segera ada aksi dan deklarasi hanya simbol, diawali niat pencegahan bagaimana caranya agar menjadi ibadah.

“Jika menemukan pengedarataupun pengguna, langsung tangkap aja siapapun bisa menangkp tangan dan langsung serahkan kepada Polisi atau BNN untuk diproses,” imbuhnya.

Ia menambahkan, masyarakat bisa bahu membahu untuk mencegah dan memberantas Narkoba.

“Target kita dibawah 2 persen karena itu prevensi standar rata rata toleransi dari dunia masih bisa kendalikan dan untuk menekan itu di Jabar harus ekstra. Daerah rawan narkoba kita bangun supaya tidak ada narkoba,” pungkasnya.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil yang diwakili oleh Plh Sekda Daud Ahmad, mengatakan selaku pribadi dan atasnama pemprov Jabar mengapresiasi Kabupaten Cianjur dalam upaya pencegahan narkoba.

“Peran besar bersama melawan kejahatan yang terorganisir yang harus ditangani secara serius, masalah yang timbul oleh narkoba akan terus menggerogoti bangsa, Provinsi Jabar tertinggi karena jumlah konsentrasi terbanyak, diperlukan strategi khusus memutus mata rantai narkoba, melalui perawatan atau rehabilitasi,” kata Daud mengutip sambutan Ridwan Kamil.

Ia mengatakan, di lingkungan organisasi perangkat daerah Pemprov Jabar saat ini berperan aktif calon ASN dan ASN se-Jabar dites urine serta menganggarkan pengadaan untuk tes urine.

PLT Bupati Cianjur Herman Suherman, mengatakan Cianjur sebagai penyangga ibukota dan saat ini juga sebagaj tujuan pengedar narkoba. Menyikapi hal tersebut pihaknya harus waspada.

“Kegiatan ini merupakan tindaklanjut dari ekpose jenis ganja dengan barbuk 26 kilogram jaringan Sumatera Utara beberapa waktu lalu. Saya menyampaikan dan memastikan program desa bersinar tahapan sudah dilaksanakan,” ujarnya.

Ia mengatakan untuk memudahkan operasional pihaknya menunjuk 8 desa dan satu kelurahan sebagai percontohan.

“Hal ini Senantiasa menciptakan lingkungan desa dan kelurahan bersih dari narkoba, serta mewujudkan Cianjur lebih maju dan agamis tanpa narkoba,” imbuhnya

Dalam deklarasi secara bersama semua hadirin menolak dengan sekeras-kerasnya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di lingkungan desa dan kelurahan. Selalu berkomitmen konsisten dan konsekuen dalam melakukan pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan da peredaran gelap narkoba.
Sumber :koinfo (Arif Mufti)

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook