Pemecatan Sepihak, Disnaker Siap Panggil M-One Hotel

Bidang Hubungan Industri Syarat Kerja (Hi Syaker) Disnaker Kabupaten Bogor, Bejo Suryono (kanan)

BOGOR, INDONEWS,– Terkait dugaan pemecatan sepihak terhadap salah satu mantan karyawan M-One Hotel dan Restoran Bogor yang berdomisili di Jalan Raya Jakarta KM 49,5 Cimandala, Sukaraja, Bogor, Jawa Barat, Disnaker siap memediasi dan bahkan melakukan pemanggilan kepada pihak M-One hotel.

Sebelumnya diberitakan, eks karyawan M-One berinisial W ingin mengetahui musabab dirinya diberhentikan dari perusahaan tersebut.

W sendiri diketahui sudah 3 tahun mengabdi di M-One Hotel. Ia pun mengaku cukup berat dengan pemberhentiannya itu, lantaran dilakukan secara sepihak dan tidak diberi kesempatan melakukan pembelaan.

“Saya selalu berusaha bekerja dengan sebaik mungkin, sesuai dengan prosedur dan lain sebagainya. Adapun jika dinilai saya melakukan salah, saya memohon untuk diberi waktu agar saya bisa melakukan pembelaan diri,” ungkap W, beberapa waktu lalu.

Berita Terkait: EKS KARYAWAN M-ONE PERTANYAKAN PEMBERHENTIAN KERJA

Sementara itu, Bidang Hubungan Industri Syarat Kerja (Hi Syaker) Disnaker Kabupaten Bogor, Bejo Suryono mengungkapkan, jika merasa dipecat sepihak dan mau berselisih, W diminta segera membuat laporan ke disnaker agar perkara tersebut ditindaklanjuti.

“Kami mendukung program Pemerintah Kabupaten Bogor untuk menekan angka pengangguran. Jadi untuk permasalahan pemecatan karyawan M-One Hotel ini, kita lihat konteksnya, kita mediasi dan dorong agar karyawan ini bisa bekerja kembali,” ujar Bejo saat ditemui Indonews, Kamis 15 Agustus 2019.

Bejo menambahkan, setelah melihat inti persoalannya, kemudian karyawan tersebut tidak diterima perusahaan maka harus dipenuhi hak-haknya sebagai karyawan, seperti pesangon.

“Jadi silahkan buat pengaduan saja, syaratnya KTP dan identitas perusahaan, nanti pimpinan hotel tersebut kita panggil. Nanti dalam pengaduan dasarnya ingin bekerja kembali atau dia sebagai pegawai tetap ingin diberikan pesangon. Kalau dia sebagai pegawai tetap wajib diberi pesangon, kalau tidak diberikan M-One itu melanggar,” katanya.

Bejo menambahkan, jika dalam mediasi 1 hingga 3 tidak mendapat titik temu, pihaknya akan mengeluarkan anjuran.

“Dipetimbangkan, kalau memang yang bersangkutan (karyawan) masih mau kembali bekerja, anjurannya bahwa yang bersangkutan dapat dipertimbangkan untuk bekerja kembali, tapi ini tidak besifta final. Nanti ujungnya di Pengadilan Hubungan Industrial (PHI),” ucapnya.

Pemecatan karyawan tersebut dirasa janggal, sebab pihak M-One enggan mengeluarkan surat pemecatan atau PHK. Bahkan, upahnya tidak standar serta si karyawang tidak didaftarkan dalam BPJS.

“Aduan-aduan itu nanti kita kaji, kalau terbukti bersalah, kami Disnaker tentu akan bertindak. Apalagi tadi dikatakan bahwa antara karyawan ini dengan M-One tidak ada MoU ikatan kerja, malah disebut mitra kerja. Maka silahkan laporkan ke kita, nanti kita proses,” pungkasnya. (Iyan)

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook