PAC dan DPC Kota Bogor Inginkan Cak Imin Nahkodai Kembali PKB

Riky Febriawan SH

BOGOR, INDONEWS,– Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) akan menggelar Muktamar V di Nusa Dua, Bali, 20-21 Agustus 2019. Sekitar 1.000 kiai dan ulama pimpinan pondok pesantren pun dikumpulkan dari berbagai pelosok negeri dalam forum Munas Alim Ulama se-Indonesia.

Munas Alim ulama itu akan digelar pada tanggal 20 Agustus 2019, Pukul 14.00-16.30 WITA, akan dihadiri Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siradj, hadir juga ulama nyentrik Gus Miftah.

Menyikapi hal itu, Riky Febriawan SH selaku Ketua PAC PKB Bogor Selatan sekaligus Kandidat Ketua DPC PKB Kota Bogor 2020-2025 mendukung Cak Imin untuk menahkodai kembali PKB.

“Kader-kader dan pengurus PAC PKB Kota Bogor mendukung Cak Imin memimpin PKB kembali. Beliau kami anggap telah berhasil memimpin PKB menjadi salah satu partai Islam terbesar dan modern, sehingga bisa membawa PKB dicintai ulama, tokoh agama, nasionalis hingga milenial bahkan masuk urutan 5 besar suara pileg 2019,” terang Riky, Jumat (16/8/2019).

Menurutnya, Cak Imin merupakan salah satu figur pemuda yang dapat diterima oleh semua kalangan. Sehingga, tutur Riky, Cak Imin layak terpilih secara aklamasi, dan tidak ada alasan untuk pergantian kepemimpinan nasional di PKB.

Bahas Masalah Kebangsaan

Di tempat berbeda, Koordinator Munas Alim Ulama, Saifullah Maksum mengatakan, munas tersebut merupakan salah satu rangkaian Muktamar. Karena tujuannya adalah membahas masalah-masalah kebangsaan, baik politik demokrasi, budaya serta keagamaan.

Saifullah juga menambahkan, dalam forum tersebut para kiai juga akan melakukan diskusi terkait dengan revitalisasi model dakwah Wali Songo di era sekarang.

“Kemudian, Para kiai juga akan membuat rekomendasi kepada pemerintah untuk terus memperkuat basis Islam yang moderat dan seruan keagamaan alim ulama yang akan disebut dengan Watsiqah (Piagam) Bali,” ujar Saifullah dalam keterangan tertulis yang diterima Indonews, Kamis (15/8).

Diharapkan lewat forum tersebut akan muncul rekomendasi yang dapat menciptakan terwujudnya kehidupan bermasyarakat yang damai tanpa ada permasalahan terkait terorisme, radikalisme, dan intoleransi yang belakangan menjadi isu serius yang dihadapi bangsa ini.

Tidak hanya itu, para ulama yang hadir dalam forum tersebut juga akan menggelar tasyakuran atas pelaksanaan Pemilu 2019, khususnya dengan terpilihnya Jokowi-Ma’ruf sebagai pasangan presiden dan wakil presiden Periode 2019-2024.

“Jadi diperkirakan ada sekitar 1000 ulama dan kiai pimpinan pondok pesantren sudah siap menghadiri Mukhtamar PKB,” paparnya.

Sementara itu, Wasekjen DPP PKB Ahmad Iman mengakui, Muktamar PKB ini bukan sekedar agenda bisa yang rutin dilakukan lima tahun sekali, namun menjadi kesempatan silatirrahmi para ulama untuk membahas agenda-agenda kebangsaan dan keagamaan.

“Biar bagaimana pun, PKB kan lahir dari rahim NU. Wajar kalau setiap agenda PKB dimeriahkan oleh ulama, dan yang dibahas masalah-masalah kebangsaan dan keumatan,” pungkasnya. (Wawan Kurniawan)

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook