Murid TK di Karang Tengah Dikenalkan Ibadah Haji

CIANJUR, INDONEWS,– Murid Taman Kanak-kanan (TK) IGTKI-PGRI se Kecamatan Karang Tengah, Kabupaten Cianjur antusias mengikuti manasik haji, bertema “Kita tingkatkan nilai religius serta memperkenalkan tata cara ibadah haji kepada anak usia dini”, Kamis (29/8/2019).

Kegiatan ini dihadiri Kordik Kecamatan Karang Tengah, Koramil, Polsek, Ketua PD IGTKI PGRI Kab. Cianjur, pengawas TK, Ketua IGTKI PGRI Kec. Karang Tengah, Ketua PGRI Kec Karang Tengah, bunda PAUD Kec Karang Tengah, kepala TK dan guru se Kec Karang Tengah.

Ketua Pelaksana, Devi Sri Nugraha S.Pd mengatakan, kegiatan tersebut sesuai dengan undang-undang nomor 23, tahun 2013 tentang sistem pendidikan nasional dengan dasar hukum diantaranya Al Qur’an surat Al Imron ayat 97, Hadits Riwayat Turmudzi, UU No 13 tahun 2008 tentang penyelenggaraan pelayanan ibadah haji, UU Nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional dan Program kerja IGTKI – PGRI PC Karang Tengah.

“Tujuan peragaan manasik haji adalah mengenalkan prosesi pelaksana ibadah haji yang dimulai dengan niat, wukup di Arofah, bermalam di Muzdalifah, mabit di Mina, melontar Jumroh, Thowap Sa’i dan Tahalul,” katanya.

Kemudian, memberikan pemahaman tentang ibadah haji yang sesungguhnya, bahwa ibadah haji adalah salah satu rukun Islam yang merupakan penutup dan penyempurna keislaman seseorang dihadapan tuhannya yang dapat membebaskan seseorang dari dosa yang pernah diperbuatnya, sehingga kembali ke fitrah (kesucian) sebagaimana ia dilahirkan rahim ibunya.

“Terakhir, dapat mengetahui makna dan hikmah prosesi pelaksanaan ibadah haji. Manasik ini diikuti sebanyak 693 orang dari 23 TK se Kecamatan Karang Tengah dan dibuka langsung oleh Kordik Kec Karang Tengah Edy Mulyadi S.Pd., M.Mpd dengan ditandai pelapasan balon,” tambahnya.
Anak-anak dan orang tua nampak antusias menyambut pelaksana manasik haji ini.

Sementara Edy Mulyadi menerangkan, melalui kegiatan ini, anak didik telah dipersiapkan pengetahuan ibadah haji sejak usia dini, dan meningkatkan potensi spiritual peserta didik melalui contoh dan pengalaman dari pendidikan agar menjadi kebiasaan sehari-hari.

“Kebiasaan merupakan proses pengembangan diri yang akan melekat kepada anak apabila dilakukan dengan stimulan dan berkesinambungan,” jelasnya. (Arif Lufti)

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook