Robinson Sitorus: Aspirasi Masyarakat Cambuk Pembangunan

Dr. Robinton Sitorus

BOGOR, INDONEWS,-– Anggota DPRD Kabupaten Bogor Jawa Barat yang baru dilantik, Robinton Sitorus langsung tancap gas setelah duduk sebagai wakil rakyat. Robinton langsung menyingsingkan lengan bajunya untuk bekerja membela hak rakyat.

Robinton Sitorus mengungkapkan, amanah dari rakyat yang telah mempercayainya akan diperjuangkan semaksimal mungkin demi pembangunan di Kabupaten Bogor. Ia pun mulai membuka mata dan telinga melihat kondisi lingkungan dan mendengarkan aspirasi masyarakat Kabupaten Bogor.

“Aspirasi masyarakat adalah cambuk untuk pembangunan. Salah satu yang menjadi persoalan di Kabupaten Bogor dan dapat mengancam kesehetan warga adalah sampah. Saya akan berupaya agar persoalan sampah ini segera teratasi,” ungkap anggota DPRD periode 2019-2024 dari PDIP daerah pilih 1 itu.

Tak hanya sampah, Robinton juga akan senantiasa membuka telinga untuk aspirasi masyarakat di bidang lain susuai dengan tugas pokok dan fungsinya.

“Sekali lagi saya tegaskan, bahwa aspirasi masyarakat sangat penting. Anggota dewan kan bekerja untuk rakyat, saya pun bisa duduk di kursi legislatif karena rakyat. Jadi sudah sejatinya saya mengabdi penuh untuk rakyat,” tegasnya.

Robinton mengaku tak menemui kendala di hari pertama bekerja sebagai wakil rakyat sejak dilantik pada 27 Agustus 2019 lalu. Namun, Robinton juga enggan terlalu mengentengkan tugas wakil rakyat lantaran tantangan kerja sesungguhnya harus dihadapi selama lima tahun kedepan.

“Jika masyarakat Kab. Bogor, khususnya di daerah pilihan 1 tidak memilih, mustahil saya menyandang status sebagai anggota dewan. Maka saya pun sadar akan tugas berat selama 5 tahun kedepan. Tapi semangat saya untuk rakyat tak akan goyah. Sudah sepatutnya segala saran, kritik dan masukan harus dari masyarakat ditindaklanjuti serius,” ujar Robinton.

Dukung Indonesia Bersih Tahun 2020

Ibarat peribahasa sambil menyelam minum air, Robinton dalam hal penanganan sampah juga mendukung penuh program pemerintah berupa ‘Indonesia Bersih tahun 2020’.

“Dengan penanganan sampah, selain menjaga kesehatan masyarakat juga mendukung program pemerintah di tingkat nasional. Adapun masalah sampah yang sudah saya pelajari ialah di Kelurahan Karang Asam Barat, Kecamatan Citereup, RT 01 RW 03. Di sana ada penumpukan sampah di lingkungan tanah warga yang satu bulan tidak diangkut, sehingga hal ini menjadikan polemik pemilik lahan dengan warga,” katanya.

“Atas kasus ini, banyak kekhawatiran dari warga. Berdasarkan informasi yang saya himpun, sampah tersebut berasal dari 5 RT. Sampah itu diduga dibuang oleh warga, sehingga warga lain khawatir pemilik lahan geram karena tak berkenan tanahnya dijadikan pembuangan sampah. Atas dasar itu, muncul aspirasi warga agar dibuatkan tenpat pembuangan sampah sementara atau TPS,” jelas Robinton.

Dengan demikian, dirinya akan mendorong Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor agar sesegera mungkin memperhatikan permasalahan sampah ini.

“Nanti kita akan koordinasi dengan DLH untuk mencari soluasi persoalan sampah ini. Kita akan dorong DLH,” pungkasnya. (bon)

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook