Mu’ad Khalim: Kultur Agamis Kabupaten Bogor Harus Terus Dibangun

Foto bersama usai pelantikan pengurus NU Cileungsi sekaligus anak yatim piatu

BOGOR, INDONEWS,– Anggota DPRD Kabupaten Bogor dari Fraksi PDIP, Mu’ad Khalim menghadiri sekaligus terlibat dalam acara pelantikan Pengurus Nahdatul Ulama (NU) Kecamatan Cileungsi Kabupaten Bogor, di Masjid Alistiadah, Desa Dayeuh, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Minggu (8/9/2019).

Mu’ad Khalim yang kini mengemban anamah dari rakyat sebagai wakil rakyat semakin aktif di lapangan dalam berbagai kegiatan. Hal itu ia lakukan sebagai bentuk komitmen membangun Tegar Beriman.

Pada pelantikan pengurus NU sekaligus dilakukan santunan pada anak yatim piatu, Mu’ad Khalim pun memberikan petuah bahwa kultur agamis di Kabupaten Bogor harus terus dibangun.

“Dari menghadiri acara ini, banyak manfaat yang bisa saya petik. Selain bisa bersilaturahmi, saya juga lebih memahami kondisi Kabupaten Bogor dewasa ini,” ujarnya.

Dikatakan, selain dapat bersilaturahmi dengan tokoh agama yang tergabung dalam NU, acara tersebut juga semakin memperkokoh kebersamaan PDI Perjuangan bersama NU, tentunya untuk membangun sinergitas, memperjuangkan hak rakyat dan membangun Kabupaten Bogor.

“Saat kampanye dulu, saya memiliki slogan Genius yaitu Generasi Nasionalis Religius. Kini saya sudah duduk di kursi wakil rakyat, tentunya amanah yang sangat besar. Saya ingin membangun Kabupaten Bogor yang religius ini, membangun generasi yang nasionalus untuk membentengi NKRI,” ujar Mu’ad.

Dalam membangun Kabupaten Bogor, imbuhnya, semua pihak yang terlibat juga tidak boleh melupakan sejarah Kabupaten Bogor, salah satunya meningkatkan kualitas lingkungan hidup dan kesejahteraan rakyat.

“Pada tahun 1745, cikal bakal masyarakat Bogor semula berasal dari sembilan kelompok pemukiman digabungkan oleh Gubernur Baron Van Inhof menjadi inti kesatuan masyarakat Kabupaten Bogor. Pada waktu itu Bupati Demang Wartawangsa berupaya meningkatkan kualitas lingkungan hidup dan kesejahteraan rakyat yang berbasis pertanian dengan menggali terusan dari Ciliwung ke Cimahpar dan dari Nanggewer sampai ke Kalibaru/Kalimulya. Berkaitan dengan sejarah berdirinya Kabupaten Bogor itu, maka kita harus senantiasa meningkatkan kualitas lingkungan hidup demi kesejahteraan masyarakat,” paparnya.

Diakui, masih banyak persoalan di Kabupaten Bogor yang harus dientaskan. Salah satunya persoalan sampah. Kabupaten Bogor kian mengkhawatirkan karena produksi sampah terus meningkat. Pemerintah pun secara tegas menyatakan, Kabupaten Bogor darurat sampah.

“Data yang diperoleh dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor, pada bulan Juni kemarin, dalam sehari produksi sampah mencapai 2.850 ton, namun hanya 700 ton sampah yang bisa terangkut. Sisanya 2.150 ton menumpuk di tempat pembuangan akhir (TPA) sampah. Maka persoalan ini pun menjadi pekerjaan rumah bagi kita semua,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Rois Suriyah, KH. Ruslan Abdul Ghani menambahkan, terpilihnya Mu’ad Khalim seolah menjadi asa baru bagi masyarakat.

“Namun demikian, sejatinya seluruh anggota DPRD Kabupaten Bogor terpilih sesuai dengan bidangnya harus menyatukan persepsi dalam mengatasi peroalan di Kabupaten Bogor,” ujarnya.

Selain itu, kata dia, secara nasional, isu keberadaan hoax yang dewasa ini semakin mengancam kerukunan berbangsa dan bernegara menjadi salah satu persoalan yang harus ditangani bersama.

“Kehadiran PDIP pada pelantikan pengurus NU ini menjadi simbol bahwa PDIP begitu dengan ulama serta menyuguhkan aksi kerja nyata menangani persoalan yang ada di Kabupaten Bogor. Saya harap sinergitas yang dibangun secara kokoh ini bisa mengentaskan permasalahan di Kabupaten Bogor, khususnya di Indonesia,” pungkasnya. (Wawan Kurniawan)

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook