Soal Tumpukan Sampah, DLH Kab. Bogor Cuci Tangan?

di Kali Baru atau Cipakancilan yang merupakan anak sungai Cisadane, di kawasan Desa Cilebut Barat

BOGOR, INDONEWS,– Viralnya pemberitaan sampah yang samraut di Kabupaten Bogor, Jawa Barat serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor yang dinilai cuci tangan membuat Ketua GMPK Kabupaten Bogor, Jonny Sirait angkat bicara.

Jonny khususnya menyoroti tanggapan chating Kepala Bidang Kebersihan DLH Kab. Bogor, Atis yang dinilai hanya beraksi dari omongan, bukan tindakan.

Dalam chating tersebut, Kabid Kebersihan menuliskan: “Sampahnya tanggung jawabnya, sampah ku tanggung jawabmu. Semua orang wajib mengelola sampah dari sumber. Sampah tanggung jawab semua orang bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Kesadaran mengelola sampah harus dibangun bersama-sama dengan semua stake holder. Nggak bisa saling menyalahkan”

“Selayaknya Kabid Kebersihan menyampaikan hal tersebut dengan tindakan agar masyarakat tahu bahwa Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor itu bekerja, khususnya dalam menangani tumpukan sampah di RW 01, Kelurahan Karang Asam Barat dan di Kali Baru atau Cipakancilan yang merupakan anak sungai Cisadane, di kawasan Desa Cilebut Barat,” terang Jonny ketika dimintai tanggapannya oleh Indonews, terkait chat Kabid Kebersihan DLH kepada salah satu wartawan Indonews, Senin 9 September 2019.

Diberitakan sebelumnya, kondisi sampah di RW 01, Kelurahan Karang Asam Barat dan di Kali Baru atau Cipakancilan kondisinya sangat memprihatinkan. Di lokasi tersebut, sampah seolah dibiarkan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor, bahkan hingga muncul beberapa pemberitaan pun DLH belum melakukan bertindak.

Berita Terkait: DLH Jangan Buta Soal Sampah

Menurut Jonny, seharusnya DLH tidak membiarkan sampah menumpuk karena hal itu menjadi salah satu tanggung jawab DLH.

“Masyarakat pun sudah membayar retribusi sampah, jadi kadang masyarakat tidak tahu menahu, yang penting sampah di rumahnya diambil petugas kebersihan. Dan memang sampah ini menjadi tanggung jawab bersama, tetapi DLH tidak boleh cuci tangan begitu saja,mereka harus bertindak. Baik itu melakukan sosialisasi, pertemuan dengan masyarakat dan sebagainya agar permasalahan sampah ini segera teratasi,” paparnya.

Sementara Anggota DPRD Kabupaten Bogor Fraksi Partai PDIP Dapil 1, Robinton Sitorus SE mengungkapkan, upaya penanganan sampah yang dilakukan Pemkab Bogor belum berjalan dengan benar.

Sebagai mana fakta di lapangan, imbuhnya, selain tumpukan sampah di Kali Baru, ia juga terfokus soal sampah di RW 01, Kelurahan Karang Asam Barat yang sudah satu bulan ini tidak diangkat oleh DLH.

“Saya harap DLH maupun pemerintah daerah tidak alergi terhadap kritik. Sebab, kritikan ini bagus untuk dijadikan bahan evaluasi, ya selama kritikan itu kritik yang konstruktif,” jelasnya.

Robinton yang langsung terjun ke lapangan dan berbincang dengan sejumlah warga mengaku mendapat informasi bahwa masalah penumpukan sampah ini sangat menganggu warga, dimana lahan yang dipakai untuk penampungan sementara adalah milik warga lain tanpa disewa.

“Sampah itu numpuk di lahan orang lain, tanpa ada komitmen atau sewa. Pemilik lahan hanya memberi syarat bahwa sampah tidak boleh ditumpuk berlama-lama. Sehingga warga kwatir pemilik tanah tidak membolehkan warga membuang sampahnya di lahan tersebut,” katanya. (Boni/Redaksi)

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook