Kartu Sakti Jokowi, Bukti Kehadiran Negara untuk Rakyat

Jokowi (foto: ISTIMEWA)

Oleh: Jonny Sirait

Pembaca Indonews yang budiman, masih ingat dengan tiga kartu sakti yang menjadi magnet bagi jutaan rakyat pemilih Joko Widodo atau Jokowi di pemilihan presiden tahun 2019?

Ya, tiga kartu yang dijadikan amunisi pasangan Jokowi-Maruf Amin di pentas Pilpres 2019 tersebut ialah Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, Kartu Pra Kerja dan Kartu Sembako. Kala itu, jejak digital dan konten visual yang disajikan dalam kampanyenya begitu inspiratif.

Lantas bagaimana kabar ketiga kartu sakti itu? Saat ini tentunya rakyat Indonesia menantikan realisasi sebagaimana yang telah dijanjikan Presiden dan Wakil Presiden Indonesia terpilih kini. Tenang, Jokowi-Maruf tentunya tidak ingin ingkar janji, dan manfaat ketiga program itu akan mulai dinikmati rakyat Indonesia tahun depan, tahun 2020.

Hal tersebut diperkuat dengan pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) M. Nasir yang secara terpisah dengan gamblang menjelaskan gambaran umum ketiga program tematik ini.

Dalam narasi tunggal, Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun 2020 (RAPBN 2020), pemerintah merincikan total pendapatan negara sebesar Rp2.221 triliun dan belanja negara sebesar Rp2.528,8 triliun.

Terkini Rapat Kerja Badan Anggaran DPR dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Jum’at, 6 September 2019, menyepakati proyeksi pendapatan negara menjadi Rp2.333,2 triliun (naik Rp11,6 triliun dari RAPBN 2020).

Jika nanti disetujui dan disahkan menjadi UU APBN 2020, maka upaya pemerintahan baru Jokowi-Ma’ruf Amin untuk menunaikan janji kampanye dan merealisasikan visi misi dan program kerjanya juga terang benderang dinomenklaturkan dalam RPJMN 2020-2024.

Pembaca setia Indonews, perlu diketahui, mulai 2020 akan terdapat pagu alokatif untuk KIP Kuliah sebesar Rp7,5 triliun, untuk Kartu Pra Kerja sebesar Rp8-10 triliun, dan untuk Kartu Sembako sebesar Rp23,4 triliun.

Fungsi Kartu Sakti

Lalu, banyak juga masyarakat yang belum mengetahui fungsi dari ketiga kartu ciamik tersebut. Untuk KIP-Kuliah, sebelumnya Jokowi menjelaskan bahwa dengan kartu ini anak-anak Indonesia diharapkan bisa mencicipi pendidikan di tingkat perguruan tinggi, baik dalam negeri maupun luar negeri.

Beliau begitu berambisi ingin mencetak sebanyak-banyaknya sarjana di bumi pertiwi agar bisa bersaing, berkompetisi dengan negara lain.

Sedangkan Kartu Pra-Kerja, presiden terpilih kali kedua ini menyebutkan ditujukan kepada anak-anak muda yang baru lulus SMA, SMK, dan para pekerja yang terkena PHK untuk mendapatkan pelatihan kerja hingga diberikan insentif honor.

Jokowi menaruh asa, setelah dapat pelatihan mereka dapat pekerjaan. Kalau belum dapat kerja, dapat insentif honor. Luar biasa bukan.

Lalu yang terakhir, adalah Kartu Sembako Murah. Jokowi mengungkapkan kartu sakti ini ditujukan kepada ibu rumah tangga. Nantinya, para ibu rumah tangga ini dapat membeli sembilan bahan pokok dengan potongan harga.

Tapi diskonnya belum ditentukan, apakah 50%, 30%. Belum. Yang jelas, dengan kartu ini bisa belanja minyak, beras, gula, telor, yang diharapkan bisa memperbaiki gizi anak-anak.

Meski demikian, Jokowi mengungkapkan bahwa ketiga kartu sakti ini baru bisa diimplementsikan pada tahun 2020. Pasalnya, tiga kartu sakti ini merupakan program capres dan cawapres petahana.

Kehadiran tiga kartu ‘sakti’ baru tersebut tentunya semakin menambah ramai kartu bantuan sosial di masa pemerintahan Jokowi, serta manfaatnya bisa dirasakan langsung masyarakat, serta membuktikan kehadiran negara untuk rakyat. Diyakini, dengan tiga kartu sakti tersebut, tanggung jawab Negara untuk memajukan kesejahteraan masyarakat dan mencerdaskan bangsa akan makin terpenuhi.

Pembaca Indonews yang budiman, tiga kartu sakti yang baru ini akan menjadi pelengkap untuk menyempurnakan peran kartu-kartu yang sudah ada sebelumnya serta akan mengurangi angka kemiskinan di Indonesia. Terobosan-terobosan yang dilakukan Jokowi telah teruji dan banyak membantu meningkatkan ekonomi rakyat. Semoga!

(Penulis adalah Ketua GMPK Kabupaten Bogor, Pimpinan Umum Media Indonews)

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook