Polemik Prona di Teluk Pinang, Pihak Desa Didesak Segera Menyelesaikan

Anggota GMPK saat mendatangi Pemerintah Desa Teluk Pinang, Kamis (19/9/2019)

BOGOR, INDONEWS,– Polemik program Proyek Operasi Nasional Agraria (Prona) di Desa Teluk Pinang, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat masih bergulir.

Warga Desa Teluk Pinang pun belum mendapat kepastian kelanjutan program prona yang telah diajukan ke Desa Teluk Pinang. Warga menilai pihak Desa Teluk Pinang belum maksimal untuk keberhasilan program tersebut dalam membantu warga.

Hingga akhirnya warga pun mengeluhkan karena sampai hari ini sertikatnya tak kunjung terealisasi secara maksimal.

Sebelumnya, Pemerintah Desa Teluk Pinang mensosialisasikan program prona, dan ada sekitar 100 warga yang ikut dan mendaftar dengan biaya sebesar Rp2,5 juta. Sertikatpun sudah selesai. Kemudian di tahap kedua, ada 100 warga lagi yang mendaftar akan tetapi setelah sekian lama ditunggu tak kunjung jadi, sehingga para warga mempertanyakan ke pihak desa.

Lalu, pihak desa menyatakan program prona akan dialihkan menjadi program reguler dan warga dimintai tambahan biaya sekitar Rp1 juta .

Namun, program pengalihan itu pun tidak selesai, sampai akhirnya dialihkan lagi ke program PTSL dan uang dikembalikan ke warga sebesar Rp1 juta dari jumlah keseluruhan.

Namun sayang, ketika saat hendak ditemui, Kepala Desa Teluk Pinang tidak ada ditempat, dan hanya bertemu dengan Kesra Sesa Teluk Pinang, Ruslan. Namun, ia enggan berkomentar terkait persoalan tersebut.

Sementara itu, salah satu anggota Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK), Iyan M yang turut mendatangi kantor Desa Teluk Pinang, Kamis 19 September 2019 meminta agar pihak desa segera menyelesaikan persoalan tersebut.

“Jangan sampai masyarakat dirugikan. Persoalan ini harus segera dituntaskan sebelum masyarakat semakin kesal,” ucapnya. (Wawan Kurniawan)

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook