Banyak Rutilahu, Pemkab Bogor Harus Melek

BOGOR, INDONEWS,– Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat harus lebih membuka mata dan telinga atas keluhan dan kondisi masyarakat. Pasalnya, di Kampung Kuprak, RT 03/07, Desa Pabuaran, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor masih banyak rumah tidak layak huni (rutilahu).

Berdasarkan keterangan yang dihimpun Indonews di Kampung Kuprak, sejumlah warga mengeluhkan karena sudah beberapa tahun tidak pernah tersentuh bantuan Rutilahu.

“Kami sudah pernah beberapa kali mengumpulkan KTP untuk mengajukan bantuan rutilahu, tapi sudah beberapa tahun kami tidak pernah mendapat bantuan itu. Bapak lihat sendiri di antaranya rumah pak Hotib, pak Ali dan pak Boris yang sudah sangat memprihatinkan,” ungkap salah seorang warga.

Dia mengaku, pihak kecamatan pun sudah beberapa kali meninjau, namun tidak ada realisasi atau jawaban pasti.

“Kalau dihitung, lebih dari 10 rumah tidak layak huni di kampung ini. Ada yang mau roboh, ada juga rumah janda yang rusak parah. Pokoknya di kampung ini memprihatinkan sekali pak. Kami heran, kenapa pejabat ini seolah diam saja. Padahal kan mereka dulu berjanji, akan mensejahterakan rakyat. Mana buktinya,” ujarnya mulai kesal.

Menurutnya, Bupati Bogor juga tidak hanya koar-koar di atas mimbar. Namun harus mau melihat kondisi ke lapangan.

“Bupati atau pejabat lainnya harus melek. Jangan hanya diam di kursi empuk. Lihat nih kami rakyat kecil memprihatinkan,” ungkapnya.

Sementara Ny. Odah, seorang janda yang rumahnya nyaris ambruk mengaku sudah tidak percaya lagi dengan janji-janji calon pemimpin. Sebab, setelah jadi pemimpin, kata Ny. Odah, mereka lupa akan janji yang diucapkan.

“Suami saya sudah meninggal pak. Boro-boro kanggo ngalereskeun bumi (Jangankan untuk memperbaiki rumah), makan saja kita ini sulit. Ya kalau nunggu bantuan pemerintah juga entah kapan tidak tahu kita,” ujarnya lirih. (Bon)

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook