Sampah di Kabupaten Bogor Bikin Gerah

BOGOR, INDONEWS,– Jumlah penduduk Kabupaten Bogor yang besar dengan tingkat pertumbuhan tinggi, mengakibatkan bertambahnya volume sampah. Di samping itu, pola konsumsi masyarakat juga memberikan kontribusi dalam menimbulkan jenis sampah yang semakin beragam.

Dengan demikian, semakin hari semakin banyak keluhan masyarakat terkait keberadaan sampah. Salah satunya pemandangan yang kurang sedap serta menimbulkan polusi udara yang menyebabkan bibit penyakit pada lingkungan tersebut. Tak ayal, masyarakat dibuat gerah dengan persoalan sampah ini.

Masyarakat juga berharap, masalah sampah ini menjadi prioritas Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Selain itu, dibutuhkan kesadaran masyarakat dan peran pemerintah daerah dalam menangani masalah sampah di Kabupaten Bogor.

“Masalah sampah adalah merupakan tanggung jawab kita semua. Dibutuhkan peranan masyarakat dalam hal kesadaran secara individu,” ungkap Kasubag UPT Kebersihan Cibinong, Kabupaten Bogor, Rakhno, SP., M.Si, Selasa (24/9/19).

Menurutnya, saat ini baru mencapai 30 persen limbah sampah yang dikelola, terutama di Cibinong. Selebihnya ada yang dikelola perusahaan swasta lebih.

“Memang sampah ini menjadi persoalan seirus. Bahkan parah lagi adanya istilah sampah tak bertuan. Dalam sehari jumlah sampah di Cibinong saja mencapai 40 ton,” ungkapnya.

Rakhno menyebutkan, armada yang dimiliki UPT Kebersihan Cibinong saat ini berjumlah 77 unit. Jumlah tersebut tentunya masih kurang untuk menangani permasalahan sampah di Cibinong.

“UPT Cibinong membawahi tujuh kecamatan, ditambah lagi banyak armada yang sudah berumur tua,” tuturnya.

Sedangkan terkait pemberitaan mengenai masalah sampah di RW 03 Kelurahan Karang Asam Barat dan di Kali Baru atau Cipakancilan, dimana masyarakat merasa dirugikan dengan adanya tumpukan sampah yang telah berlarut larut, dalam hal ini masyarakat telah memberikan iuran atau retribusi sampah yang dikoordinir RW setempat.

“Terkait hal itu, harapan kami masalah sampah di tempat mereka dapat teratasi. Namun semua tinggal harapan, karena masih terdapat tumpukan sampah di sekitar mereka,” tuturnya.

Meski dalam hal ini pemerintah daerah menyiapkan bantuan yang cukup besar dan ditambah dengan pemasukan dari retribusi, tetapi mengelola sampah bukanlah hal yang mudah. Ini merupakan cambukan bagi pemerintah Kabupaten Bogor. (Nino)

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook