Marak Galian Liar, Pemkab Bogor tak Bertaji

Foto: Salah satu aktivitas galian illegal di Kabupaten Bogor

BOGOR, INDONEWS,– Di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, marak galian liar. Proyek galian ini pun berdampak pada pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Bogor karena galian tersebut tak berizin.

Salah satu galian illegal terjadi di Desa Lulut dan Desa Nambo, Kecamatan Kelapa Nunggal, Kabupaten Bogor. Tak pelak, wrga dibuat geram dengan adanya aktivitas liar di wilayahnya.

Namun ironisnya, galian illegal alias tanpa izin tersebut seolah dibiarkan pihak Pemerintah Kabupaten Bogor, sehingga oknum yang memotori aktivitas galian liar dengan bebasnya meraup keuntungan dengan cara melanggar aturan.

“Ini tidak boleh dibiarkan, Pemerintah Kabupaten Bogor harus menyikapinya. Saya juga heran, informasi maraknya galian illegal ini sudah lama, namun Pemkab Bogor tak bertaji,” ujar anggota LSM GMPK Kabupaten Bogor, Mufti, Kamis (26/9/2019).

Menurut dia, potensi lahan yang dijadikan galian illegal seharusnya bisa dimanfaatkan Pemkab Bogor untuk meningkatkan PAD. “Ini kan galian liar, dimana menyangkut pula pada PAD. Namun jika dibiarkan, maka PAD akan hilang. Ya karena galian tidak berizin,” ujar Mufti.

Terkait galian di Desa Lulut dan Desa Nambo Kecamatan Kelapa Nunggal, Kabupaten Bogor, tutur Mufti, masyarakat mengaku sangat terganggu dengan aktivitas tersebut. Sebab, truk yang lalu lalang di jalan desa mengakibatkan adanya debu hingga mengancam kesehatan warga.

“Menurut informasi dari warga, truk pengangkut tanah tersebut bisa mencapai 60-70 rit per harinya. Warga tidak pernah diajak koordinasi oleh pihak yang melakukan galian liar itu, bahkan mereka tidak tahu siapa pemilik proyek haram tersebut. Warga pun meminta pihak Pemkab Bogor jangan berdiam diri. Jangan biarkan galian liar tersebut,” ujarnya.

Sementara Pjs Kepala Desa Lulut, Wahyu, mengatakan bahwa galian liar tersebut bukan di wilayahnya, melainkan di Desa Nambo.

“Galian itu di Desa Nambo. Tapi melintas ke desa kami, Lulut. Jadi ya ada beberapa warga yang terganggu,” jelasnya, beberapa waktu lalu.

Saat ini, masyarakat menantikan adanya tindakan dari Pemkab Bogor, khususnya Satpol PP untuk segera turun tangan dan menutup aktivitas galian siluman tersebut. (Wan)

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook