Siswa SMK Dilarang Berunjuk Rasa

Victor S. Sirait

JAKARTA, INDONEWS,– Seperti diketahui, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta Kepala Dinas Pendidikan tidak memberikan sanksi atau mengeluarkan siswa yang mengikuti aksi demo di DPR dari sekolah. Hal tersebut mereka nyatakan usai bertemu beberapa relawan, korban, serta mendapat pengaduan masyarakat terkait keterlibatan anak dalam aksi massa yang terjadi kemarin.

“Sebagian besar anak-anak ini adalah korban ajakan di media sosial, orang-orang yang tidak mereka kenal sama sekali,” kata Komisioner Bidang Pendidikan KPAI Retno Listyarti dalam rilis yang diterima Kamis (26/9/2019).

Retno mengatakan bahwa usia anak merupakan saat-saat di mana mereka mudah untuk ikut dibujuk. Hal ini karena para pelajar ini belum tahu risiko dan bahaya untuk tindakannya.

KPAI pun telah meminta agar para orangtua untuk menjaga dan mengawasi anak-anaknya yang menempuh pendidikan di jenjang SMP dan SMA/SMAK/MA untuk melarang serta mencegah mereka mengikuti aksi demo di DPR. Kepala sekolah juga diminta memastikan daftar kehadiran murid selama beberapa hari ke depan. Jika absen tanpa alasan yang jelas, sekolah disarankan menghubungi orangtua bersangkutan.

Sementara Ketua Umum Barisan Relawan Jokowi Presiden (BARA JP) Victor S. Sirait mengimbau agar kementerian pendidikan, kepala dinas pendidikan, kepala sekolah melarang siswa untuk tidak terlibat dan melakukan unjuk rasa.

“Sesuai dengan Undang-Undang Perlindungan Anal Pasal 87, bahwa pelajar SMP atau SMK dilarang melakukan demo atau unjuk rasa,” tegas Victor. (Bon)

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook