Skandal Korupsi di Desa Sukamakmur, Aparat Penegak Hukum Diminta Menyelidiki

BOGOR, INDONEWS,-– Skandal kasus dugaan korupsi di Desa Sukamakmur, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat terus bergulir. Dana Desa Sukamakmur yang digunakan untuk pembangunan jalan justru menuai permasalahan lantaran menggunakan aspal bekas. Dengan begitu, Negara berpotensi dirugikan.

Ironisnya, lingkaran dugaan korupsi di Sukamakmur menjerat nama Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor.

Penggunaan aspal bekas ini sudah diakui Penjabat Kepala Desa Sukamakmur Endang Suryana. “Betul, pembangunan jalan sempat pakai aspal bekas. Namun kini jalan sudah dibongkar dan diganti dengan aspal baru,” akunya beberapa waktu lalu.

Diketahui, aspal bekas tersebut diangkut dan dikirim oleh pihat UPT PUPR Jonggol. “Jadi aspal dikirim oleh UPT, dalam hal ini PUPR Jonggol,” ucapnya.

Saat dikonfirmasi melalui pesan, Sekretaris Desa Sukamakmur, Dede juga tak bisa menunjukan bukti faktur pembelian aspal untuk pembangunan jalan di desa tersebut. Sehingga indikasi Dana Desa Sukamakmur dijadikan ajang korupsi berjamaah pun semakin kuat.

Selain itu, dalam proses pengerjaan pembangunan jalan pun terdapat keganjilan. Di mana sesuai dengan peraturannya, seharusnya kegiatan yang dibiayai dari dana desa dilakukan secara swakelola dengan menggunakan sumber daya/bahan baku lokal, dan diupayakan dengan lebih banyak menyerap tenaga kerja dari masyarakat desa setempat. Namun dalam pembelanjaan di Desa Sukamakmur ini melibatkan PUPR. Sehingga PUPR Jonggol pun disinyalir mendapat aliran korupsi dana desa.

Di tempat terpisah, Anggota Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) Kabupaten Bogor, Mufti mengatakan, pengadaan aspal bekas tersebut mengindikasikan bahwa penggunaan dana desa di Sukamakmur telah dikorupsi.

“Maka dari itu, kita minta aparat penegak hukum turun tangan menyelidiki kasus korupsi ini. Jangan sampai Negara merugi akibat tangan-tangan oknum tak bertanggungjawab yang ingin memperkaya diri sendiri,” ujar Mufti.

Saat dikonfirmasi ulang, Jumat (27/9/2019), Kades Sukamakmur Endang Suryana juga mengaku tidak tahu pelaksana maupun suplayer aspal palsu dalam pengerjaan proyek tersebut. “Kalau pelaksana enggak tahu. Dari desa ada pendamping desa,” katanya.

Di tempat terpisah, Camat Sukamakmur saat dikonfirmasi mengatakan, bahwa pihaknya sudah mengintruksikan kepada setiap desa agar memfungsikan masyarakat dalam mengerjakan pembangunan di desa. “Kita juga sudah memanggil pihak desa terkait penggunaan aspal bekas ini. Memang ini disayangkan,” katanya. (bon)

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook