Kepala Sekolah di Cianjur Jalani Diklat Penguatan

CIANJUR, INDONEWS,– Kepala Sekolah Dasar (SD) angkatan 1,2 dan 3 se Kabupaten Cianjur menjalani pendidikan kilat (diklat) penguatan dan bantuan pemerintah tahun 2019. Diklat dilangsungkan di Hotel Bukit Puncak, Minggu kemarin.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur, H. Oting Jaenal Mutakin menjelaskan, penyelenggara diklat adalah Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah (LPPKS).

“LPPKS dapat berkerja sama dan berkoordinasi dengan Disdik, dengan penyelenggara satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat dan Lembaga Penyelenggara Diklat (LPD) lain yang telah mendapatkan persetujuan dari dirjen guru dan tenaga kependidikan,” jelasnynya.

Dijelaskan, berdasarkan Permendikbud nomor 6 tahun 2018 tentang penguatan guru sebagai kepala sekolah, bahwa salah satu syarat penguatan kepala sekolah adalah telah mengikuti diklat calon kepala sekolah dan memiliki STTPP.

“Bagi kepala sekolah yang telah diangkat sebelum diundangkan Permendikbud nomor 6 tahun 2018 tersebut, maka wajib mengikuti diklat penguatan kepala sekolah untuk memperoleh STTPP penguatan kepala sekolah,” tegasnya.

Dalam penguatan, diselenggarakan oleh LPPKS dengan Disdik Kab Cianjur, pelaksana Universitas Pakuan yang diikuti 14 kecamatan. Di antaranya Kecamatan Argabinta, Bojong Picung, Cempaka, Cempaka Mulya, Cianjur Kota, Cibeber, Cibinong, Cidaun, Cijati, Cikadu, Cikalong, Cilaku, Cipanas dan Ciranjang dengan jumlah peserta sebanyak 200 orang.
Setiap angkatan jumlah total kepala sekolah se Kabupaten Cianjur sebanyak 1340 orang dari 32 kecamatan. Kemudian dibagi 7 angkatan. Angkatan kesatu 9-18 September 2019. Sedangkan kini, angkatan 3 dari tanggal 25 September hingga 3 Oktober.

Acara dibuka Rektor Universitas Pakuan Prof Dr. Bibin Rubini, M.Pd didampingi Kadisdik Kabupaten Cianjur H. Oting Jaenal Mutakin.
Adapun materi yang dilaksanakan yaitu: Kebijakan kementerian pendidikan dan kebudayaan, kebijakan pemerintah daerah, menjelaskan teknis Diklat penguatan kepala sekolah, tknis analisis manajemen (TAM), pengembangan rencana kerja sekolah, pengelolaan keuangan sekolah, pengelolaan kurikulum, pengelolaan pendidik dan tenaga pendidik, pengelolaan peserta didik.

Kemudian pengelolaan sarana dan prasarana, supervisi dan penilaian kinerja tenaga pendidikan, rencana pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB), kepemimpinan perubahan dan pengembangan kewirausahaan. (Arif Lufti)

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook