Pemkab Bogor Bebaskan Galian Illegal?

Foto: Salah satu aktivitas galian illegal di Kabupaten Bogor

BOGOR, INDONEWS,– Ironis, meski sudah banyak diberitakan terkait maraknya galian liar alias illegal, namun Bupati Kabupaten Bogor tidak meresponnya. Seolah, pihak Pemkab Bogor membebaskan aktivitas liar yang sangat merugikan masyarakat.

Padahal, menjamurnya galian liar ini berdampak pada pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Bogor, karena galian tersebut tak berizin.

Salah satu galian illegal misalnya di Desa Lulut dan Desa Nambo, Kecamatan Kelapa Nunggal, Kabupaten Bogor. warga setempat sudah dibuat geram dengan adanya aktivitas liar di wilayahnya. Namun mereka hanya bisa gigit jari lantaran pihak berkompeten seperti Pemkab Bogor dan Satpol PP belum melakukan aksi.

Ketua LSM Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi Kabupaten Bogor, Jonny Sirait menyebutkan, dibiarkannya galian illegal tersebut membuat oknum yang memotori aktivitas galian liar dengan bebasnya meraup keuntungan dengan cara melanggar aturan, sementara masyarakat dirugikan.

“Kita juga heran mengapa Pemerintah Kabupaten Bogor belum juga menyikapi adanya galian illegal ini. Informasi maraknya galian illegal ini sudah lama, namun Pemkab Bogor dinilai tak bertaji,” ujar Jonny, Rabu (2/10/2019).

Menurut Jonny, lalulalang truk pengangkut tanah pada galian illegal tersebut membuat masyarakat terganggu karena dampak debu yang ditimbulkan. Bahkan, imbuhnya, berdasarkan pengaduan masyarakat pada pihaknya, saat ini sudah ada warga yang terkena ispa (infeksi yang mengganggu proses pernafasan seseorang).
“Terkait galian di Desa Lulut dan Desa Nambo Kecamatan Kelapa Nunggal, Kabupaten Bogor, masyarakat mengaku sangat terganggu. Sebab, truk yang mondar-mandir di jalan desa mengakibatkan adanya debu hingga mengancam kesehatan warga. Truk pengangkut tanah tersebut bisa mencapai 60-70 rit per harinya. Warga juga mengaku tidak pernah diajak koordinasi oleh pihak yang melakukan galian liar itu, bahkan mereka tidak tahu siapa pemilik proyek haram tersebut. Warga pun meminta pihak Pemkab Bogor jangan berdiam diri. Jangan biarkan galian liar tersebut,” ujarnya lagi.

Jonny meminta Pemkab Bogor segera ‘bangun dari tidur’ untuk menindaklanjuti persoalan ini. Sebab, masyarakat sudah sangat jengkel.

“Jika dibiarkan, saya khawatir image Pemkab Bogor di mata masyarakat jadi jelek. Saya juga sebagai LSM yang berdiri di tengah-tengah masyarakat berusaha membantu keluhan mereka,” pungkas Jonny.

Sebelumnya diberitakan, Pjs Kepala Desa Lulut, Wahyu mengatakan bahwa galian liar tersebut bukan di wilayahnya, melainkan di Desa Nambo.

“Galian itu di Desa Nambo. Tapi melintas ke desa kami, Desa Lulut. Jadi ya ada beberapa warga yang terganggu,” jelasnya.

Saat ini, masyarakat menantikan adanya tindakan dari Pemkab Bogor, khususnya Satpol PP untuk segera turun tangan dan menutup aktivitas galian siluman tersebut. (Bon/Red)

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook