Peristiwa Banjir RSUD Cibinong Akibat Kelalaian?

Foto: Wakil Direktur RSUD Cibonong, Kustomi

BOGOR, INDONEWS,– Terkait pemberitaan Indonews adanya peristiwa banjir yang melanda Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibinong, Kabupaten Bogor pada Selasa (1/10/2019) kemarin, Wakil Direktur RSUD Cibonong, Kustomi angkat bicara.

“Kami sangat berterima kasih atas adanya berita tersebut, dalam hal ini kami sudah diingatkan walaupun ada kesalahan informasi yang diberikan salah satu pekerja kami kepada media. Kami mohon maaf dan agar memakluminya,” ungkap dia saat ditemui Rabu (2/10/2019).

Pernyataan Kustomi itu menampik keterangan Kasubag Umum RSUD Cibinong, Solihin yang mengatakan bahwa penyebab banjir di RSUD Cibinong lantaran saluran air salah satu kamar mandi mampet.

Kustomi pun menjelaskan, bahwa banjir diakibatkan adanya kerusakan pada toren penampung air. “Rusak di bagian otomatisnya. Sekarang otomatisnya sudah nomal dan bekerja kembali. Masalah seperti ini jangan diangkat (diberitakan, red). Coba agak berbobot dikit,” ujar Kustomi seolah menyepelekan permasalahan tersebut.

Padahal akibat peristiwa banjir, pelayanan di RSUD Cibinong menjadi terganggu sehingga masyarakat dibuat kesal. Sebab, komputer dan alat elektronik lainnya harus dimatikan, dan pelayanan dilakukan secara manual yang tentunya memakan waktu banyak.

Solihin, selaku Kasubag Umum RSUD Cibinong sempat membenarkan bawah banjir diakibatkan meluapnya air dalam toren RSUD yang sistem otomatisnya sedang diperbaiki.

“Masalahnya pada otomatis toren. Sehingga ketika air di torn penuh, mesin tidak mati secara otomatis,” katanya.

Namun, imbuhnya, kejadian ini juga tidak menutup kemungkinan adanya kelalaian petugas yang menyalakan air, dan lupa mematikannya secara manual.

Pernyataan tersebut bertentangan dengan informasi sebelumnya yang disampaikan Solihin melalui Samsudin, di mana sebelumnya banjir dikarenakan saluran air kamar mandi mampet. (alnieno)

Ketua LSM GMPK Kabupaten Bogor, Jonny Sirait menyayangkan pernyataan Kustomi yang menyepelekan peristiwa tersebut dan menyarankan wartawan untuk mencari berita yang berbobot.

“Wartawan itu tertanam jiwa control sosial. Jadi peristiwa ini bukan karena berbobot atau enggaknya, tapi ini sangat fatal karena menyangkut nyawa seseorang. Sehingga pernyataan wakil direktur itu angat disayangkan dan tak perlu disampaikan. Apakah kalau ada korban jiwa peristiwa ini masih dibilang tidak berbobot?” ujar Jonny. (Alnieno)

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook