TPT Situ Tlajung Dibangun Asal Jadi, Dana Ratusan Rupiah Sia-sia

Foto; Nampak tembok penahan tebing Saluran Situ Tlanjung Hilir dikeruk dengan jari mengelupas. Diduga karena dikerjakan asal jadi, dinding tersebut tidak akan bertahan lama

BOGOR, INDONEWS,– Proyek pembuatan Tembok Penahan Tebing (TPT) Saluran Situ Tlajung Hilir, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat untuk meningkatkan fungsi jaringan irigasi oleh CV Duta Sarana Prima (pelaksana) dengan konsultan pengawas PT Bina Jasindo Saintek diduga dibangun asal jadi, sehingga dana ratusan juta rupiah berpotensi sia-sia.

Dari pantauan Indonews di lokasi, Rabu (2/10/2019), proyek itu diduga kuat menyalahi aturan. Seperti pondasi tidak sesuai spek dan campuran semen tidak sesuai aturan. Sehingga ketika adonan semen dikeruk menggunakan jari, kondisinya mudah hancur. Tak ayal, ketika musim penghujan tiba, TPT akan mudah roboh karena rapuh.

Selain itu, TPT yang dibangun sepanjang sekitar 45 meter dengan biara Rp600 juta lebih itu pengerjaannya terkesan dikebut. Seharunya pembangunan ini selesai dalam 100 hari kalender, namun diperkirakan akan selesai sekitar 1 pekan lagi. Padahal proyek tersebut baru dikerjakan sekitar 3 minggu sampai 1 bulanan.

Asep, pelaksana proyek tersebut saat dikonfirmasi lewat telepon mengatakan, proyek mulai dikerjakan sekitar 3 minggu atau 1 bulanan.

Ketika dimintai keterangan lengkap ihwal proyek tersebut, termasuk dugaan tidak sesuai spek, Asep justru tidak memberikan keterangan yang diminta.

“Saya cek sih tidak ada masalah. Tapi enggak tahu juga kalau ke belakang-belakang. Kelanjutannya gimana, saya harus gimana,” katanya dengan nada terbata-bata.

Menanggapi persoalan ini, Ketua LSM Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi Kabupaten Bogor, Jonny Sirait angkat bicara. Ia mengaku telah melakukan pengecekan atas proyek TPT Saluran Situ Tlajung Hilir tersebut.

“Ya berdasarkan hasil pengecekan kami bersama beberapa rekan media, campuran semen tidak sesuai sehingga ketika tembok sudah kering, lalu kita keruk dengan jari, dinding atau temboknya mudah sekali mengelupas, rekaman video dan fotonya kita ada. Selain itu, dinding semen dan batu yang berbatasan dengan tanah terkesan asal dikerjakan, hanya menempel begitu saja. Satu batu. Harusnya ketebalannya sama,” terang Jonny, di Bogor, Rabu (2/10/2019).

Menurut dia, akibat dikerjakan asal jadi, pembangunan tersebut diyakini tidak akan bertahan lama dan anggaran proyek tersebut pun disinyalir banyak masuk ke kantong tangan-tangan jahil.

“Ini tidak boleh dibiarkan, PUPR jangan tutup mata. Nanti kita juga akan komunikasikan ke dinas PUPR agar proyek ini ditindaklanjuti. Sebab, banyak sekali ini kejanggalannya. Masyarakat atau pemerintah bisa dirugikan,” ujar dia.

Jonny berharap, Dinas PUPR Kabupaten Bogor segera melakukan pengecekan proyek tersebut. Jika terbukti adanya kejanggalan, maka para pelakunya harus diberi sanki tegas agar menjadi efek jera bagi setiap pelaksana pembangunan yang menggunakan anggaran dari pemerintah.

Sementara itu, Subiantoro selaku Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bogor, saat dikonfirmasi menyebutkan, permasalahan tersebut agar dilaporkan ke UPT bersangkutan.

“Kalo langsungg ke kepala dinas (dirinya, red) nant dilewati kepala UPT dengan kepala bidangnya. Nanti salah SOP-nya. Jadi permasalahan ini langsung laporkan ke UPT bersangkutan. Nanti UPT lapor ke kabid yang bersangkutan,” terang Subiantoro.(bon/Red)

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook