M. Yunus PBA: Kebersamaan, Nyawa Organisasi

Ketua MPC PP Kabupaten Bogor saat memimpin rapat

BOGOR, INDONEWS,– Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Bogor menggelar rapat di Sekretariat MPC PP, Cibinong, Kabupaten Bogor untuk pembahasan organisasi serta membangun dan meningkatkan solidaritas sesama anggota PP, Senin 21 Oktober 2019.

Dalam amanatnya, Ketua MPC PP Kabupaten Bogor M. Yunus PBA menegaskan bahwa kebesaran sebuah organisasi bukan pada saat hanya ribut (pertengkaran), tetapi bisa menunjukkan hal positif kepada pemerintahan maupun masyarakat.

“Jadi PP Kabupaten Bogor harus solid dalam kebersamaan, sebab kebersaman merupakan nyawa dari organisasi. Besar harapan saya semua kader benar-benar merasa memiliki terhadap organisasi ini, dan mulai dari sekarang untuk rasa memiliki,” ujar Yunus.

Rapat di MPC PP Kabupaten Bogor

Yunus mengingatkan, Pemuda Pancasila adalah sebuah organisasi paramiliter Indonesia yang didirikan oleh Jenderal Abdul Haris Nasution pada 28 Oktober 1959. Sejak tahun 1981, Pemuda Pancasila dipimpin Japto Soerjosoemarno.

“Ini dibentuk dari ‘gangster’ politik semi-resmi yang mendukung kediktatoran militer Orde Baru Soeharto. Nama ini mengacu pada Pancasila, ‘lima prinsip’ resmi dari negara Indonesia. Pemuda Pancasila memainkan peran penting dalam mendukung kudeta militer Suharto pada tahun 1965: mereka menjadi pasukan kematian bagi tentara Indonesia, menewaskan satu juta atau lebih yang dituduh komunis dan Tionghoa-Indonesia di seluruh Provinsi Sumatera Utara, seperti yang dijelaskan dalam film dokumenter Jagal 2012,” papar Yunus.

Dari sepenggal kisah tersebut, Yunus berpesan agar kader Pemuda Pancasila bisa mengambil pelajaran untuk diimplementasikan di masyarakat atau pemerintahan, bahwa karya untuk negeri disertai dengan kekompakan merupakan yang paling utama membangun NKRI.

“Kita harus bisa menunjukan rasa kebersamaan. Ada kawan sakit atau ada keluarga yang meninggal, maka semua anggota harus bisa hadir. Itulah salah satu bentuk jiwa korsa, solidaritas dan membangun sikap gotong royong. Kader PP tidak hanya pintar berantem, itu bukan zamannya lagi. Saatnya kita harus mau merubah mindset dalam membagun organisasi ini,” tegas Yunus. (Bon)

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook