SDN Kota Batu 02 Nyaris Ambruk, Kemana Disdik Kab. Bogor?

Kondisi SDN Kota Batu 02, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor yang nyaris ambruk

BOGOR, INDONEWS,– Ironis, SDN Kota Batu 02, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat nyaris ambruk. Nampak bagian depan bangunan salah satu ruang kelas kondisinya sangat hancur dan dapat mengancam keselamatan jiwa.

Kondisi ini terkesan dibiarkan oleh pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, yang tidak peka terhadap sarana pendidikan di Kabupaten Bogor.

“Sekarang mah aneh pak. Saya baca di berita, ada SDN yang dua kali berturut-turut mendapatkan bantuan dana alokasi khusus atau DAK, padahal bangunan sekolah tersebut kondisinya masih bagus. Tapi mengapa SDN Kota Batu 02 yang kondisinya memprihatinkan tidak diperhatikan. Ke mana Disdik Kab. Bogor?” ujar salah satu orang tua siswa yang meminta tidak disebutkan namanya kepada Indonews, Senin (21/10/2019).

Pernyataan itu menyinggung SDN Caringin 01, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, yang mendapatkan bantunan dana rehab pada tahun 2017. Kemudian di tahun 2019, SDN Caringin 01 kembali mendapatkan dana rehab. Dimana kedua proyek tersebut dikerjakan secara swakelola yang bersumber dari dana alokasi khusus (DAK).

Namun bantuan tersebut janggal. Pasalnya, kurun waktu dua tahun mendapatkan DAK, pengerjaannya masih di titik yang sama, sehingga bangunan yang masih layak diperbaiki lagi agar bantuan dapat direalisasikan, meski diduga tak terserap dengan baik.

Kasie Sarana dan Prasarana (Sapras) Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, Dedi mengatakan, dalam menentukan Calon Penerima Calon Lokasi (CPCL) DAK, pihaknya di Seksi Kelembagaan dan Sarpras SD memasukkan usulan nama-nama sekolah yang sudah mengajukan proposal permohonan bantuan dalam aplikasi Krisna Kemendikbud.

“Adapun penentuan CPCL-nya diverifikasi dan ditentukan mutlak oleh pihak kemendikbud berdasarkan usulan kami dan diselaraskan dengan Dapodik Kemendikbud. Jadi kalaupun ada yang mendapat titik yang sama dalam dua tahun, sepanjang itu sudah keputusan dari Kemendikbudnya, kita tinggal melaksanakannya saja,” tuturnya saat dihubungi Indonews, Rabu (9/10/2019) lalu.

Menanggapi hal tersebut, orang tua tadi menilai bahwa penyaluran bantuan pendidikan di Kabupaten Bogor masih amburadul dan tidak merata, sehingga perlu dilakukan evaluasi kembali.

“Jika mekanisme penyaluran bantuan seperti apa yang diungkapkan kasi sapras tadi, saya setuju bahwa anggaran yang dikucurkan pemerintah rawan disalahgunakan. Seolah yang salah tetap dikerjakan asalkan itu susuai aturan. Sehingga Disdik Kabupaten Bogor sebagai pihak yang turut bertanggungjawab atas bantuan ini harus lebih selektif lagi. Jangan sampai bantuan pemerintah justru jadi ajang korupsi pihak-pihak tak bertanggungjawab,” ujarnya. (Bon/Red)

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook