Ade Yasin Sebut ‘Abri Bukan Cepak Doang’, Ormas Loreng Geram,

Wakil Ketua 1 MPC PP Kabupaten Bogor, Dodon Argoebi.

500 Anggota Ormas Bakal Geruduk Kantor Bupati Bogor memnita klarifikasi atas pernyataan kontroversi Bupati Ade Yasin

BOGOR INDONEWS,– Pada acara deklarasi damai yang dihadiri 1064 calon kepala desa dari 273 desa yang akan menyelenggarakan pemilihan kepala desa se Kabupaten Bogor di gedung Tegar Beriman komplek pemda Kabupaten Bogor, Cibinong, Selasa (22/10/2019), Bupati Bogor Ade Yasin mengeluarkan pernyataan kontroversi dan menyinggung Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) atau organiasi masyarakat (ormas).

Dengan entengnya, orang nomor satu di Kabupaten Bogor itu menyebutkan calon kepala desa dilarang ‘bersandar’ kepada ormas. Bahkan Ade Yasin menyebut ormas loreng “Abri bukan cepak doang”.

“Calon kades dilarang di-back up ormas, mereka bukan pihak yang berwenang. Sebaiknya langsung kepada pihak polisi dan TNI jika memerlukan bantuan keamanan,” ucap saat pada acara deklarasi damai yang diselenggarakan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa serta dihadiri Kapolres Bogor, Kapolresta Depok, Kejaksaan Negeri Bogor dan Pengadilan Negeri Bogor.

Sementara itu, Wakil Ketua 1 MPC PP Kabupaten Bogor, Dodon Argoebi menyatakan dengan tegas bahwa ormas loreng menggugat. Pihaknya menilai, justru Bupati Ade Yasin membuat situasi Kabupaten Bogor memanas pasca-pernyataan seenaknya hingga menyinggung ormas “loreng”.

“Justri dia (Bupati Ade Yasin) yang membuat suasana memanas menjelang pilkades serentak. Dia seharusnya menciptakan suasana kondusif bukan ngomong asal begitu. Kami atas nama ormas loreng meminta klarifikasi atas pernyataan tersebut,” ujar Dodon, kesal, Rabu 23 Oktober 2019.

Pihaknya mengaku semakin tersinggung ketika Bupati Ade Yasin mengatakan bahwa ormas loreng hanya berpenampilan ABCD, alias abri bukan cepak doang.

“Pernyataan itu membuat kami ormas yang memiliki seragam loreng merasa tersinggung. Seharusnya bupati menyebut langsung ormas yang dimaksud, jangan membuat spekulasi informasi yang nantinya berujung fitnah,” kata Dodon.

Menurut Dodon, pernyataan seorang pejabat publik tersebut tak sepantasnya diungkapkan, terlebih dihadapan publik karena bisa memprovokasi.

“Pernyataannya ini membuat gejolak di beberapa kecamatan. Ada kader yang tersinggung dengan pernyataan tersebut. Justru kami para ormas berseragam loreng sudah berkomitmen, setelah tuntas semua tahapan demokrasi di Indonesia, kemudian disambut dengan demokrasi di tingkat desa, kami akan berpartisipasi mencipatakan suasana kondusif. Oleh karena itu kami meminta bupati mengklarifikasi pernyataan tersebut,” jelas dia.

Dodon menandaskan, sedikitnya 500 anggota ormas loreng siap mengeruduk pendopo Bupati Bogor untuk meminta klarifikasi terkait pernyataan tersebut.

“Minimal 500 orang akan datang ke kantor Bupati Bogor untuk meminta klarifikasi. Kita harap dia mau meminta maaf atas pernyataannya itu dihadapan publik, atau di media massa,” pungkasnya. (Bon)

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook