Diduga Lalai, Keluarga Datangi Perusahaan Garmen

INDONEWS BOGOR,-– Pihak keluarga AS, karyawan salah satu perusahaan garmen di Jln Raya Sukabumi KM 2/3, Ciawi, Kabupaten Bogor menggeruduk perusahaan tersebut guna meminta klarifikasi terkait dugaan kelalaian persuahaan, Selasa, 22 Oktober 2019.

“Kami datang meminta klarifikasi terkait kelalaian perusahaan terhadap AS, warga Desa Pasir Muncang Kecamatan Caringin, Kab. Bogor yang divonis menderita Tubercolus Spondialis (TBC tulang) oleh dokter di RSUD Ciawi,” ujar salah satu keluarga AS.

Dikatakan, sejak 3 bulan terakhir AS tidak bisa melakukan aktivitasnya di perusahaan tersebut akibat penyakitnya yang mengakibatkan kelumpuhan sebagian anggota badannya.

“AS hanya mampu melaksanakan segala aktivitas di atas tempat tidur saja, dengan bantuan keluarga,” tuturnya.

Usai mendatangi pihak perusahaan, pihak keluarga menyayangkan respon perusahaan yang menanggapinya terkesan biasa saja terhadap AS. Lain hal dengan aturan pemerintah yang tertuang dalam Undang-udan nomor 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan, yang salah satu pasalnya mengatur kewajiban perusahaan atas upah karyawan yang mengalami sakit sebesar 100 persen dalam 4 bulan pertama sakit.

Sementara itu, personalia perusahaan garmen, Fredy mengaku tidak tahu mengenai perihal ini, karna mengacu telah dilakukannya pertemuan antara suami AS, yaitu IL dengan salah satu tenaga kerja asing asal Korea Selatan berinisial KM yang menjadi petinggi di perusahaan.

“Saya anggap sudah terjadi kesepakatan antara suami As dengan petinggi perusahaan terkait masalah upah AS serta masa depan AS,” kata dia.

Fredi pun mengarahkan jika pihak keluarga merasa keberatan atas apa yang dialami AS di perusahaan, agar segera melaporkan ke dinas ketenagakerjaan guna menindaklanjuti masalah ini.

Sementara IL suami AS mengaku belum pernah ada negosiasi apapun dengan pihak perusahaan, baik itu mengenai hak AS selaku karyawati atau masa depan AS di perusahaan.
“Pertemuan saya dengan KM selaku petinggi perusahaan hanya membahas rasa simpati KM terhadp istri saya dan menitipkan hak AS berupa upah kerja bulan Agustus yang sudah menjadi kewajiban perusahaan . Tidak ada negosiasi apapun dengan KM,” ujarnya.

Pengacara keluarga AS, Edy Wibowo SH mengaku akan mengawal proses ini sampai menemui titik terang.

“Tentunya saya akan memperjuangkan hak AS selaku karyawati yang diduga sakit akibat kelalaian perusahaan tersebut,” kata dia. (Wawan Kurniawan)

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook