Disdik Kab. Bogor Jangan Makan Gaji Buta!

Nampak bangunan SDN Kota Batu 01 bagian atapnya sudah ambruk. (foto: Rahmat/Indonews)

BOGOR, INDONEWS,– Pengelolaan dan penanggulangan pendidikan di Kabupaten Bogor, Jawa Barat masih amburadul. Hal tersebut dibuktikan dengan maraknya bangunan sekolah hancur namun masih digunakan kegiatan belajar mengajar (KBM).

Bagian plafon ruang kelas SDN Kota Batu 01 sudah bolong. Kondisi ini memprihatinkan dan membuat orang tua maupun tenaga pendidik khawatir.

Dalam hal ini, Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor seolah tak becus kerja. Disdik tak bisa membuka mata dan telinga akan kondisi sekolah di wilayah Kabupaten Bogor. Semisal SDN Kota Batu 01, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor. Bangunan gedung lembaga pendidikan tersebut nyaris ambruk, namun disdik dianggap tak peduli.

“Sudah lama pak kondisi ini. Saya khawatir anak saya kenapa-napa di dalam kelas. Kan bisa saja bangunan roboh menimpa penghuni di dalamnya. Tapi nama saya jangan ditulis lah pak, gak enak sama yang lain,” ucap salah satu wali murid berinisial A, Rabu (23/10/2019).

Bagian atap SDN Kota Batu 01 lainnya yang sudah ambruk.

Dia mengungkapkan, Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor jangan hanya duduk di kursi empuk dan menikmati gaji dari pemerintah setiap bulannya.

“Harus pro aktif dong. Turun ke lapangan jangan hanya diam di kantor ber-AC, menikmati gaji tiap bulan, itu namanya makan gaji buta. Lihat ni masa depan anak-anak yang mengenyam pendidikan justru keselamatannya terancam akibat diamnya disdik,” ujar A, kesal.

Pantauan Indonews di lapangan, nampak beberapa bangunan SDN Kota Batu 01 bagian atapnya sudah ambruk. Kemudian bagian plafon dalam ruangan sudah bolong. Kondisi ini memprihatinkan dan membuat orang tua maupun tenaga pendidik khawatir.

“Setiap hari, kami orang tua siswa dihantui ketakutan. Bagaimana kalau anak kami tertimpa bangunan. Kan di Kabupaten Bogor sudah banyak kejadian bangunan ambruk, seperti di SMPN 1 Ciampea, Desa Ciampea, Kecamatan Ciampea. Proses belajar mengajar yang sedang berlangsung sekitar pukul 14:15 WIB harus terhenti. Sejumlah siswa teriak histeris lantaran plafon ruang kelasnya ambruk. Kejadian ini jangan sampai menimpa anak kami,” pungkasnya. (Rahmat)

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook