Pendidikan Kabupaten Bogor Ancur, Program Bupati Tercederai

Bupati BogorAde Yasin menerima penghargaan IGA Tahun 2019 dari Mendagri Tjahjo Kumolo di Hotel Borobudur Jakarta, Senin (7/10/2019). (Humas Pemkab Bogor).

BOGOR INDONEWS,– Digadang-gadang membawa perubahan bagi dunia pendidikan di Kabupaten Bogor, nyatanya program Bupati Bogor Ade Yasin dalam mewujudkan Kabupaten Bogor Termaju, Nyaman dan Berkeadaban dengan melaksanakan program Panca Karsa, yaitu, Bogor Sehat, Bogor Cerdas , Bogor, Bogor Maju, Bogor Beradab dan Bogor Membangun harus tercederai akibat lemahnya pengelolaan pendidikan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor.

Demikian disampaikan B. A. Hermawan, pengamat pendidikan saat ditanya bagaimana kondisi pendidikan saat ini, mengingat adanya peristiwa plafon SMPN 1 Ciampea ambruk dan 120 siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) Mathlahul Anwar di Kampung Ciangsana, Desa Tapos, Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor belajar dengan beratapkan langit.

“Jujur, saya merasa prihatin dengan kondisi pendidikan di Kabupaten Bogor. Padahal, Bupati Ade Yasin tengah bangga karena program Pancakarsa mengantarkan Pemkab Bogor sebagai kabupaten terinovatif sehingga meraih Innovative Government Award (IGA) Tahun 2019 di Hotel Borobudur Jakarta, Senin 7 Oktober 2019 kemarin,” ujar Hermawan.

Dijelaskan, Pemkab Bogor tengah terpacu melahirkan inovasi-inovasi lantaran ditarget merealisasikan lima karsa tersebut, yaitu karsa Bogor Cerdas, Bogor Sehat, Bogor Maju, Bogor Membangun, serta Bogor Berkeadaban.

“Namun sayang, saat bupati ‘banting tulang’ mengimplementasikan atau merealisasikan program tersebut, Disdik Kabupaten Bogor justru dianggap kurang proaktif. Mereka terlalu banyak kecolongan, salah satunya dengan peristiwa ambruknya pfalon di SMPN 1 Ciampea yang menimpa siswa dan adanya ratusan siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) Mathlahul Anwar, Kampung Ciangsana, Desa Tapos, Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor, belajar beratapkan langit. Ini memprihatinkan,” ujar pria kelahiran Sumedang itu.

B. A. Hermawan (kiri)

Hermawan mengungkapkan, Kadisdik Kab. Bogor, Entis sebenarnya sudah merespon program Bogor Cerdas dengan mengeluarkan pernyataan bahwa pihaknya menargetkan untuk meningkatkan kompetensi para guru, khususnya guru honorer melalui diklat yang akan rutin dilaksanakan.
Bahkan, imbuh Hermawan, selain meningkatkan SDM para guru, Kadisdik Kab Bogor juga sadar akan pentingnya fasilitas sekolah, termasuk sarana pra sarana kegiatan belajar mengajar yang merupakan penunjang untuk diperhatikan.

“Respon kadisdik sudah cukup bagus, tapi tak cukup dengan hanya mengeluarkan pernyataan. Kadisdik harus turun ke lapangan, blusukan dan melihat kondisi dunia pendidikan di Kabupaten Bogor, sehingga kejadian di SMPN 1 Ciampea dan MI Mathlahul Anwar tak seharusnya terjadi hingga mencederai program bupati,” kata dia.

Terakhir, Hermawan berharap agar Disdik Kabupaten Bogor melakukan evaluasi dan pembenahan serta lebih peka lagi terhadap tugas dan fungsinya. (Rahmat)

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook