Carut Marut Kabupaten Bogor di Mata Publik

Aktivis media sosial (medsos), Susilo Utomo.

BOGOR, INDONEWS,– Aktivis media sosial (medsos), Susilo Utomo memberikan pandangan berdasarkan review mingguan terhadap isu-isu di Kabupaten Bogor, Jawa Barat yang banyak menyedot perhatian warganet di media sosial, khususnya facebook.

“Pertama, isu jalur tambang dan turunannya menjadi yang paling hangat diperbincangkan bahkan sempat menjadi rekor like dan share di beberapa group facebook Kabupaten Bogor. Mulai dari harapan netizen terhadap pemberlakuan operasional jalur tambang, yang berefek pada banyaknya korban jiwa akibat operasi yang tak terkendali dari kendaraan besar di jalur ekonomi masyarakat. Bahkan, sampai-sampai salah seorang warganet membuat petisi online agar Pemkab Bogor segera mengambil sikap terhadap permasalahan ini. Ditambah kasus terbaru galian tanah ilegal di Desa Iwul, Kecamatan Parung yang sering berujung gesekan dengan masyarakat setempat,” papar Susilo, di Bogor, Kamis, 24 Oktober 2019.

Kedua, tutur dia, isue mengenai kumuhnya dan berantakannya terminal di pusat Ibu Kota Kab Bogor, Cibinong. Padahal, terminal ini adalah pintu gerbang masuknya wisatawan ke Kab. Bogor dengan dibangunnya Taman Pancakarsa yang akan menjadi sebuah landmark baru di Kab Bogor.

“Wisatawan akan berduyun-duyun masuk ke Kab. Bogor ketika fasilitasnya tidak memadai dan cenderung rusak, maka orang akan malas berkunjung, apalagi ada laporan dari beberapa warganet kalau malam suka dipakai mabuk-mabukan, dan berbuat asusila. Ini makin membuat orang enggan ke terminal. Topik ini sudah ditanggapi oleh Anggota Komisi 3 DPRD Kab Bogor yang akan disampaikan ke pihak terkait,” katanya.

Terakhir, imbuh dia, Pilkades serentak Kab Bogor 2019 di 273 desa. Di mana masyarakat sangat berharap terpilihnya sosok-sosok terbaik yang menjadi pemimpin di desa-desa tersebut, sehingga harapan masyarakat untuk memiliki kehidupan lebih baik ke depan bisa terealisasi.

“Warganet juga berharap panitia pilkades untuk adil dalam menjalankan tugasnya. Jangan sampai pesta demokrasi ternodai oleh sikap-sikap panitia yang kurang tegas ketika melihat pelanggaran, dan harus tetap netral dalam bersikap.”

“Mudah-mudah apa yang menjadi harapan masyarakat yang disalurkan melalui media sosial dapat disikapi dengan bijak oleh para pemangku kepentingan di Kab Bogor. Karena, ternyata media sosial menjadi sarana yang paling efektif untuk menyampaikan aspirasi di tengah luasnya wilayah Kab Bogor. Kritik sosial adalah keniscayaan dalam sistem demokrasi, dan inilah peran aktif masyarakat dalam mengingatkan pemimpinnya untuk selalu berada di jalur yang tepat, demi tujuan menjadikan Kabupaten Bogor termaju,” pungkasnya.

Di Kabupaten Bogor sendiri, berdasarkan rangkuman pemberitaan Indonews, masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.

Di bidang pendidikan, Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor dianggap gagal mengelola karena masih banyaknya bangunan sekolah tidak layak guna hingga ada ruang kelas ambruk dan menimpa siswa.

Peristiwa itu terjadi di SMPN 1 Ciampea, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor. Kegiatan belajar mengajar terpaksa terhenti pukul 14:15 WIB, Senin 21 Oktober 2019. Sejumlah siswa pun teriak histeris lantaran plafon ruang kelasnya ambruk.

Baca: Bangunan Sekolah Ambruk, Kredibilitas Disdik Kab. Bogor Dipertanyakan

Kemudian di SDN Kota Batu 01, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor. Gedung lembaga pendidikan tersebut nyaris ambruk, namun disdik dianggap tak peduli.

“Sudah lama pak kondisi ini. Saya khawatir anak saya kenapa-napa di dalam kelas. Kan bisa saja bangunan roboh menimpa penghuni di dalamnya. Tapi nama saya jangan ditulis lah pak, gak enak sama yang lain,” ucap salah satu wali murid berinisial A, Rabu (23/10/2019).

Baca: Disdik Kab. Bogor Jangan Makan Gaji Buta

Menyoal galian illegal, sejumlah masyarakat di Desa Lulut dan Desa Nambo, Kecamatan Kelapa Nunggal, Kabupaten Bogor pun dibuat geram dengan adanya aktivitas galian liar di wilayahnya.

Ironisnya, galian illegal alias tanpa izin tersebut seolah dibiarkan pihak Pemerintah Kabupaten Bogor, sehingga oknum yang memotori aktivitas galian liar dengan bebasnya meraup keuntungan dengan cara melanggar aturan.

“Kami masyarakat Desa Lulut dan Desa Nambo Kecamatan Kelapa Nunggal, Kabupaten Bogor sangat terganggu dengan aktivitas galian tersebut. Sebab, truk yang lalu lalang di jalan desa kami mengakibatkan adanya debu hingga mengancam kesehatan warga,” ungkap salah seorang warga yang enggan menyebutkan namanya ketika diwawancarai Indonews, Selasa (10/9/2019) lalu.

Baca: Pemkab Bogor Bebaskan Galian Illegal?

Artinya, carut-marutnya Kabupaten Bogor saat ini sudah mulai disoroti masyarakat. Diharapkan, Pemkab Bogor segera menyikapi persoalan ini. (Red)

Facebook Comments

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


Facebook