Usut Tuntas Ambruknya Ruang Rapat DPRD Kota Bogor

Dinding ruang rapat paripurna Gedung DPRD Kota Bogor yang berada di lantai empat ambruk akibat diterjang angin kencang

BOGOR, INDONEWS,– Ruang rapat paripurna gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor, di Jalan Pemuda, Kecamatan Tanah Sareal, ambruk. Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (26/10/2019) malam.

 

Berdasarkan pantauan Indonews, Minggu 27 Oktober 2019 sekitar pukul 11.00 WIB, terlihat ruang rapat paripurna hancur berantakan akibat terkena reruntuhan atap dan tembok yang ada di atasnya.

 

Tak hanya itu, kursi dan meja pimpinan DPRD yang berada di depan rusak parah, termasuk foto-foto yang tertempel di dinding pun ikut rusak. Debu material terlihat mengotori lantai dan kursi meja anggota DPRD lainnya, berikut kursi tamu VIP.

 

Saat dikonfirmasi, Ketua DPRD Kota Bogor, Atang Trisnanto belum bisa memberikan keterangan atas peristiwa ambruknya ruang rapat paripurna DPRD Kota Bogor tersebut.

 

“Nanti saya komen setelah lihat langsung siang nanti jam 14-an,” katanya melalui pesan singkat whatsapp.

 

Sementara di lokasi kejadian terlihat sejumlah pegawai tengah membersihkan dan memperbaiki besi-besi dan atap gedung yang ambruk.

 

Perlu diketahui, gedung megah yang kini diisi oleh anggota DPRD periode 2019-2024 itu baru saja diresmikan pada bulan April 2019 lalu. Namun, baru berjalan sekitar 6 bulan, gedung tersebut ambruk di bagian ruang rapat paripurna.

 

Sementara itu, anggota DPRD Kota Bogor dari Partai NasDem, Devie mengaku prihatin terhadap peristiwa ambruknya gedung DPRD Kota Bogor.

Anggota DPRD Kota Bogor dari Partai Nasem, Devie

“Bangunan yang menelan biaya Rp72 milyar lebih ini ternyata tidak bertahan lama. Perlu dilakukan audit bangunan. Bukan hanya atap gedung yang ternyata tidak layak, banyak fasilitas lainnya yang juga tidak layak, seperti toilet dan beberapa ruangan,” kata dia, Minggu (27/10/2019).

 

Ditegaskan, siapapun yang terlibat dalam pengerjaan bangunan ini, termasuk kuasa pengguna anggarannya patut dimintai klarifikasi.

 

“Ini citra buruk bagi wali kota yngg kurang memberikan perhatian terhadap keseriusan aparaturnya dalam melaksanakan proyek-proyek. Apalagi ini menyangkut keselamatan mitra Pemerintah Kota Bogor, yaitu para anggota DPRD Kota Bogor. Saya juga meminta agar Pimpinan DPRD Kota Bogor membentuk Pansus gedung DPRD agar semua pihak dapat diminta keterangannya,” paparnya.

 

Ditandaskan Devie, bila diperlukan, pihak penegak hukum juga dapat dilibatkan untuk mengusut peristiwa ini agar semakin terbuka di hadapan public.

 

“Apa sebenarnya yang terjadi sehingga bangunan mahal ini kok rapuh sekali. Ini perlu diketahui publik,” pungkasnya.

 

Dugaan sementara, ambruknya dinding ruang rapat paripurna Gedung DPRD Kota Bogor yang berada di lantai empat akibat diterjang angin kencang. Beruntung tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa yang terjadi, Sabtu (26/10/2019) sore, karena kondisi gedung saat itu sudah kosong.

 

Wali Kota Bogor, Bima Arya juga menyesalkan kondisi konstruksi bangunan DPRD yang sedemikian rapuh, padahal memakan anggaran yang tidak sedikit, mencapai sekitar Rp72 miliar.

 

“Bogor ini kan kota hujan. Jadi nggak ada itu alasan karena hujan, karena angin. Kita lihat kualitas bangunan ini sangat buruk. Alhamdulillah, saat kejadian tidak ada kegiatan,” ujarnya, Minggu (27/10/2019).

 

Arya menduga ada indikasi kuat bahwa bangunan itu pada beberapa bagian tidak dikerjakan seperti seharusnya mulai dari struktur dan pondasinya yang sangat rapuh sekali.

 

Karena itu, Arya memerintahkan dinas terkait untuk menyelidiki peristiwa ambruknya dinding tembok ruang rapat itu. (Wawan Kurniawan)

Facebook Comments

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


Facebook