Bayu Syahjohan: Pilkades dan Kearifan Lokal

Bayu Syahjohan berbaur bermasa masyarakat usai meninjau gelaran Pilkades Serentak di Kabupaten Bogor

BOGOR, INDONEWS,– Pemilihan kepala desa (Pilkades) merupakan salah satu bentuk pesta demokrasi yang begitu merakyat. Pemilu tingkat desa ini merupakan ajang kompetisi politik yang begitu mengena jika dapat dimanfaatkan untuk pembelajaran politik bagi masyarakat.

Demikian disampaikan Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bogor, Bayu Syahjohan, saat ditemui di sekretariat DPC PDI Perjuangan setelah dirinya memantau Pilkades serentak di beberapa wilayah di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (3/11/2019).

“Banyak bentuk pesta demokrasi yang telah digelar dalam kehidupan politik kita sekarang. Pilpres, Pilkada Gubernur, Pilkada Bupati dan Pemilu Legeslatif. Tak ketinggalan adalah Pilkades. Begitu menarik bagi saya untuk mengkaji lebih dalam tentang budaya pemilihan kepala desa ini,” imbuh Bayu.

Menurut dia, dalam pelaksanaannya, pilkades begitu mendetail keterkaitan antara pihak-pihak yang terkait dalam pelaksanaannya. Sehingga, perlu ketelitian dari tiap calon pemilih dalam menilai calon pemimpin yang akan dipilihnya tersebut.

Namun pilkades terasa lebih spesifik dari pada pemilu-pemilu di atasnya. Yaitu adanya kedekatan dan keterkaitan secara langsung antara pemilih dan para calon. Sehingga, suhu politik di lokasi sering kali lebih terasa dari pada saat pemilu pemilu yang lain.

“Pengenalan atau sosialisasi terhadap calon-calon pemimpin bukan lagi mutlak, harus lagi penting. Para bakal calon biasanya sudah banyak dikenal oleh setiap anggota masyarakat yang akan memilih,” katanya.

Kearifan lokal

Pilkades, kata Bayu, tentunya mempunyai harapan yang sama akan lahirnya pemimpin di pemerintahan desa yang memiliki kemampuan, integritas dan kepemimpinan yang berkonsep untuk memajukan desa serta berorientasi meningkatkan posisi desa dalam percaturan global ke depan.

“Kesemua itu tentunya dengan tetap menjaga kearifan lokal yang ada di desa tersebut, kearifan lokal sebagai pondasi dalam melaksanakan pembangunan baik mental spiritual maupun fisik material,” ungkap Bayu Syahjohan.

Dijelaskan, kearifan lokal yang merupakan modal dasar pembangunan, semestinya lestari dalam pergualatan idealisme pembangunan yang lebih luas.

“Sebagai ciri khas sebuah desa, kearifan lokal meniscayakan pemberdayaan masyarakat desa dengan segala potensi yang dimilikinya, dan dengan fatsun yang dipercayai sebagai tonggak nilai yang harus dipertahankan,” tukas Bayu.

Kini, pelaksanaan pilkades serentak telah dilaksanakan dengan baik. Bayu pun berharap pemerintah Kabupaten Bogor sebagai pihak berwenang agar menindaklanjuti laporan masyarakat tentang adanya dugaan kecurangan atau money politik yangg terjadi serta harus benar-benar objektif.

“Untuk para kader yang jagoannya menang tak pelu jumawa, dan yang kalah tidak perlu putus karena dalam perlombaan menang dan kalah adalah hal biasa. Yang perlu kita berikan adalah apresiasi yang sebesar besarnya kepada struktural partai yang telah berani mencalonkan diri sebagai calon kepala desa,” ucap dia.

Bayu Syahjohan bersilaturahmi disela kesibukannya memantau jalannya Pilkades Serentak di Kabupaten Bogor

Diberitakan sebelumnya, tahapan pilkades sudah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Bogor salah satunya membentuk panitia tingkat kabupaten, yang notabene ketuanya adalah Sekda Kab. Bogor, wakil ketua oleh Kepala Dinas DPMD, termasuk anggota di dalamnya adalah kapolres, kodim, SKPD-SKPD terkait, seperti inspektorat, disdukcapil, diskominfo dan SKPD lainnya.

Kemudian, panitia di tingkat kecamatan, diketuai camat dan wakil ketuanya ialah kapolsek, koramil serta seterusnya.

Sedangkan untuk persyaratannya mengacu pada undang-undang desa. Calon kades paling rendah berpendidikan SLTP sederajat.

Sementara terkait pendaftaran calon, apabila lebih dari lima calon, maka akan diterapksan seleksi tambahan sesuai dengan Permendagri.

Seleksi terdiri dari penilaian pengalaman organisasi pemerintahan. Kemudian ada seleksi tertulis, sehingga dua indikator ini akan dipadukan kumulatif, siapa nilai tertinggi peringkat 1 sampai 5 nanti dia yang akan dianggap lolos.

Selain itu, tidak ada biaya pendaftaran bagi calon kepala desa karena pemerintah menyalurkan bantuan Pilkades dari APBD Kabupaten Bogor melalui rekening desa, masuk APBDes.

Satu desa tentu anggarannya berbeda, tergantung jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT). Per DPT atau per hak pilih yakni sebesar Rp15.000. Dan jika terjadi kekurangan, dapat dialokasikan dari APBDes.

Untuk bantuan pengamanan pilkades, ada bantuan hibah dari pemda yang diberikan kepada kapolres dan kodim melalui MoU bantuan hibah pengamanan. (Bon/Red)

Facebook Comments

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


Facebook