Orangtua Siswa SDN Cijolang: Kami Perlu Bukti, Bukan Janji Pejabat Negeri

SUMEDANG, INDONEWS– Sebuah poster bertuliskan Kami Menagih Janji Bupati” dibentangkan sejumlah siswa-siswi beserta wali murid SDN Cijolang, Desa Margaluyu, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Senin (11/11/2019).

Aksi tersebut dilakukan atas janji Bupati Sumedang Donny Ahmad Munir dan pihak Adikarya atau PT Citra Karya Jabar Tol (CKJT) yang menjanjikan pembangunan sekolah akan dilakukan dalam waktu 3 bulan.

“Keinginan warga itu sederhana, ingin sekolah baru segera dibangun. Kasian anak yang sekarang dititip ditempat yang tidak layak dan memprihatinkan,” ujar Zaenal Sodikin (38 tahun), warga Margaluyu, Senin 11 November 2019.

Dikatakan, saat ini warga menagih janji bupati untuk segera mendirikan bangunan baru untuk SDN Cijolang. “Kami tunggu janjinya bupati, meski sampai saat ini belum juga terealisasi. Jangan sampai kami menjadi korban bupati dan pihak Adikarya jika dalam waktu tiga bulan sekolah belum dibangun,” katanya.

Dalam aksi tersebut, seorang ibu mewakili warga lainnya membacakan sebuah teks untuk Pemerintah Kabupaten Sumedang. “Kami disini ingin menagih janji, kami tak bermaksud membuat sensasi, tapi kami perlu bukti, bukan janji pejabat negeri. Kau membuat kami terombang-ambing, kami ini bukan kambing, tapi kami adalah orang tua murid sekolah SD Cijolang yang menunggu janji tak kunjung ditepati. Pada siapa kami harus mengeluh, pada instansi mana kami harus percaya. Buat apa kau adakan rapat demi rapat, hasil tetap tak ada, hingga kami sungguh tak percaya. Buat SD Cijolang, kita maju”.

Seperti diketahui, SDN Cijolang terpaksa harus dipindahkan lantaran terdampak pembangunan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu).

Bulan September kemarin, tambah Zaenal, Bupati Dony didampingi Sekda Sumedang, Kepala Dinas Pendidikan, Camat Tanjungsari serta jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan Tanjungsari melakukan pembahasan terkait teknis pelaksanaan relokasi sekolah dengan Kepala SDN Cijolang, Ketua Komite Sekolah dan Perwakilan dari PT. Adikarya selaku kontraktor pelaksana pembangunan Tol Cisumdawu.

“Bupati juga meminta pihak sekolah dan para orang tua siswa melaksanakan rapat musyawarah untuk membahas teknis pelaksanaan relokasi sementara ke SDN Sukasari, SDN Margaluyu atau SDN Tanjungsari 1. Ia meminta PT. Adikarya juga ikut hadir dan turut mengantisipasi apabila ada konsekuensi pembiayaan,” jelas Zaenal mengutip pernyataan bupati.

Beliau juga mengatakan, sebelum mendapatkan sekolah pengganti yang saat ini sedang dipersiapkan, para siswa tidak boleh tinggal di sekolah lama, tetapi harus direlokasi sementara ke sekolah terdekat.

“Ia mengatakan, Pemerintah Kabupaten Sumedang sedang menuntaskan proses pengadaan lahannya. Dan dalam bulan September kemarin akan beres. Dalam waktu bersamaan juga, bupati akan mengajukan pembangunan fisik sekolahnya ke Kementerian PUPR melalui Dirjen Binamarga. Nah kemudian ia berjanji dalam tiga sampai empat bulan ke depan, sekolah pengganti akan selesai dibangun dan proses pembelajaran pun akan normal kembali. Namun sampai saat ini belum ada tanda-tanda akan dibangun. Masyarakat belum menerima kejelasan,” paparnya.

Disebutkan, pihak PT. Adikarya yang diwakili oleh Project Engineering Manager, Obo Pulih Budilaksono, saat itu menyampaikan kesanggupan untuk menyelesaikan persoalan SDN Cijolang dan membantu proses relokasi sekolah.

“Mereka menjajikan akan membantu proses relokasi SDN Cijolang dan melaporkan segera kepada manajemen,” kata Zaenal. (Bon)

Facebook Comments

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


Facebook