Branding Baru Mobil Siaga Desa Kabupaten Bogor Dinyinyir Netizen

Re-branding (design ulang) tampilan mobil Siaga Desa di Kabupaten Bogor

BOGOR, INDONEWS,– Turunnya surat pemberitahuan terkait re-branding (design ulang) tampilan mobil Siaga Desa di Kabupaten Bogor yang dikeluarkan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) nomor 147/247-PK, serta ditandatangani Kepala Dinas PMD yang ditujukan kepada Camat se Kabpaten Bogor menuai polemik dan tanggapan negatif dari netizen Kabupaten Bogor.

Di group Facebook ‘Suara Warga Kabupaten Bogor’ (Surga Bogor), ketika adminnya mengunggah design baru mobil Siaga Desa yang terdapat foto Bupati dan Wakil Bupati Bogor berukuran dominan, ditambah logo Gerakan Cepat (GerCep) dan hilangnya logo Tegar Beriman langsung diserbu komentar warganet.

“Tolak Dong, kualitas Bogor dilihat dari wacana-wacana konyol yang jadi bahan tertawaan pihak luar” tulis akun DAS.

Lalu, akun RB menulis: “Di branding bgitu stuju…. hanya klw bisa logo Tegar beriman di pintu depan kanan kiri dan tdk usah pakai poto Bupati/Wabup klw pun mau poto gerbang Pemda yg trlihat dari depan bkn poto tsb….”

“Ada baiknya gak perlu ada photo…logo tegar beriman juga cukup tp itu hak mereka selama tidak melanggar aturan” Tulis akun ESS.

Akun AHM menulis “Lahh itu bener desainnya kyk gtu? Serius? Kalau beneran itu bukan desain Kab. Bogor tapi desain kampanye dong, Logo Kabupaten Bogor yg digedein bukan foto bupati

Lantas, akun RH menulis: “Ada foto Bupati dan Wakilnya dimobil siaga Desa !!! Apa uang pribadi mereka…Kalo bukan sangat tidak setuju…Masa mobil siaga digunakan untuk iklan Bergerak !!!”

Masih banyak lagi komentar-komentar lain yang menanyakan aturan dan dasar hukumnya sampai ke urgensitas memakai design seperti itu untuk mobil siaga Desa.

Sementara aktivis media sosial, yang juga admin SURGA BOGOR, Susilo Utomo mengatakan, masyarakat berharap, Pemimpin Kabupaten Bogor tidak perlu memaksakan hal-hal seperti itu, tunjukkan saja kinerja positifnya, ketika kinerja pemkab positif dan berefek kepada kesejahteraan masyarakat, tak perlu bangun citra diri dengan menaruh foto di banyak tempat, akan otomatis di apresiasi oleh masyarakat.

“Contohlah Walikota Surabaya, Ibu Tri Rismaharini. Kerja keras beliau tanpa kenal lelah sehingga membangkitkan geliat ekonomi dan kesejahteraan masyarakat serta menciptakan tata pemerintahan yang baik di sana, akan selalu dikenang masyarakat, tanpa perlu beliau menaruh foto-foto di ruang-ruang publik di Kota Surabaya,” paparnya.

Tapi kembali lagi, kata dia, ini menuntut kebijaksanaan pemimpin Kab Bogor dalam membuat sebuah keputusan. Ketika urgensi keputusannya untuk masyarakat kurang, maka akan merepotkan pemkab sendiri karena akan banyak terjadi penolakan.

“Apalagi dana yang dipakai untuk re-branding mobil Siaga Desa harus merogoh APBDes untuk dana pembuatannya. Kita tunggu sikap para wakil rakyat kita di DPRD terkait hal ini, agar jangan sampai ada anggaran yang sekali lagi terpakai untuk hal-hal yang kurang bermanfaat,” tandasnya. (bon)

Baca Juga: Sulit Dapatkan e-KTP, Warga Kabupaten Bogor Kesal

Facebook Comments

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


Facebook