Derita TBC, Nasib Karyawati PT. DAM Belum Jelas

BOGOR, INDONEWS,– Sudah sekitar lima bulan, AS karyawati PT. DAM di Desa Teluk Pinang, Kabupaten Bogor belum mendapat kejelasan dari pihak perusahaan. Saat ini, keluarga AS masih menunggu tindaklanjut pihak perusahaan terkait kewajibanya sebagai pemberi kerja atau upah terhadap karyawan yang sedang sakit, sebagimana diatur dalam Undang-Undang 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan pasal 93.

Pihak perusahaan melalui Evi selaku Manager Acounting sempat melakukan kunjungan ke kediaman karyawan pada pertengahan Oktober 2019 lalu. Saat itu, Evi melakukan dialog dengan pihak keluarga yang diwakali Diki dan Chandra Septian.

“Kalau masih bisa secara kekeluargaan, ya kita selasaikan masalah ini secara kekeluargaan,” papar Evi kepada pihak keluarga.

Saat itu pun Evi menyampaikan bahwa perusahaan akan membantu biaya apa saja yang tidak bisa dicover oleh BPJS Kesehatan.

Namun, hingga hari ini belum ada tindaklanjut dari pihak perusahaan terkait pengobatan tersebut. Bahkan Evi sempat beberapa kali dihubungi pihak keluarga tetapi belum bisa memberikan jawaban pasti.

Evi bahkan terkesan kesal ketika pihak keluarga meminta konfirmasi terkait kelanjutan masalah ini. Hal itu terlihat dari pesan singkat Evi kepada Diki.

Sementara itu, melalui sambungan telponnya, kuasa hukum AS yakni Edi Suseno SH memaparkan bahwa tim kuasa hukum AS masih menunggu realisasi dan itikad baik dari pihak perusahaan terhadap AS dengan batas waktu yang tentunya sudah ditentukan bersama keluarga.

“Bilamana sampai dengan batas waktu yang sudah ditentukan tersebut belum juga ada realisasi itikad baik perusahaan terhadap AS, maka tim kuasa hukum akan mengajukan gugatan terhadap pihak perusahaan yang diduga sudah melalaikan kewajiban terhadap karyawannya yang dalam hal ini saudari AS,” papar Edi Suseno.

Diketahui, AS menderita penyakit TBC Tulang (Tuberculos Spondialis). Penyakit ini adalah penyakit paru-paru akibat kuman Mycobacterium tuberculosis. Namun ternyata, hal itu bisa menyerang organ-organ tubuh lainnya seperti tulang. (Diki)

Facebook Comments

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


Facebook