Miris Jika Wakil Rakyat tak Peka

Ketua DPD GMPK Kabupaten Bogor, Jonny Sirait, A.Md

Oleh: Jonny Sirait

Terkait dengan fungsi legislasi, anggota Dewan Perwakilan Rakyat di antaranya memiliki tugas dan wewenang menyerap, menghimpun, menampung dan menindaklanjuti aspirasi rakyat. Maka sangat disayangkan jika saat ini banyak wakil rakyat yang tak peka atas ‘penderitaan’ rakyat Indonesia.

Sejatinya, Dewan Pimpinan Rakyat Daerah (DPRD/Wakil Rakyat) dipilih oleh rakyat untuk memperjuangkan aspirasi-aspirasi rakyat. Artinya keberadaan DPRD Kaupaten/Kota kiranya bisa membantu rakyat atau masyakat di daerah masing-masing sebagaimana yang tertuang dalam tugas dan tanggungjawab para wakil rakyat.

Hal itu pun dibuktikan dengan kedudukan, tugas, hak dan kewajiban para wakil rakyat. Item-item itu antaralain, DPRD terdiri dari atas anggota partai politik peserta pemilihan umum yang dipilih melalui pemilihan umum. Kedudukan DPRD merupakan lembaga perwakilan rakyat daerah yang berkedudukan sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah.

Namun penulis menyayangkan jika masih ada wakil rakyat yang tak peka akan kondisi masyarakat. Mereka yang seyogyanya jadi kepanjangan lidah rakyat seolah tak punya keberanian dalam membela hak rakyat dan justru duduk manis di kursi empuk dalam ruangan ber-AC. Sedangkan ada masyarakat yang membutuhkan pertolongan terkesan dicuekin.

Seperti halnya kejadian yang menimpa karyawan sebuah perusaan milik warga Negara asing (WNA) di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Dimana karyawan tersebut menjadi korban kekerasan sang bos yang berkebangsaan Korea Selatan.

Bos pabrik tersebut bahkan menutup rapat-rapat perusahaannya jika kedatangan pihak yang akan mempertanyakan atau mengkonfirmasi terkait dugaan penganiayaan terhadap salah satu karyawan yang sudah melaporkan ke pihak kepolisian.

Seharusnya, para wakil rakyat yang terhormat segera menyikapi persoalan tersebut dan memberikan warning kepada pelakunya. Namun, hingga opini ini ditulis pada Rabu (13/11/2019), belum ada satupun wakil rakyat yang sudi turun tangan. Padahal, peristiwa dugaan penganiayaan itu sudah ramai diberitakan media massa.

Tak hanya peroalan tersebut, ketika media ramai-ramai menyoroti dunia pendidikan di Kabupaten Bogor yang dinilai minor, para wakil rakyat, khususnya yang membidangi pendidikan tersebut pun tak meresponnya.

Ingatlah wahai para wakil rakyat, Anda digaji oleh rakyat. Anda adalah pembela rakyat. Bukan membela mereka kaum penindas. Bukalah mata hati kalian ketika ada warga yang tersakiti. Sudahi duduk manismu, singsingkan lengan bajumu dan buktikan janjimu untuk membela hak rakyat.

Rakyat tentu berharap wakil rakyat ini tak hanya rajin tidur saat rapat, namun bangun dan membuka mata serta telinga terhadap persoalan yang sedang menimpa masyarakat.

Facebook Comments

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


Facebook