Terkait Dugaan Penganiayaan, Manager HRD Sebut Hanya Salah Paham

Foto bersama usai pertemuan untuk membahas dugaan penganiayaan yang dilakukan pemilik PT SPP berinisial St

BOGOR, INDONEWS,– Terkait adanya dugaan penganiayaan yang dilakukan pemilik PT SPP berinisial St, warga Negara asing, manager HRD PT SPP, Martha menyebutkan hal tersebut terjadi lantaran kesalahpahaman antara korban Linda dan bos PT SPP, yakni ST.

“Jadi awalnya ada kesalahpahaman, miss komunikasi. St tidak bisa bahasa Indonesia, Linda jugaa tidak bisa bahasa asing, jadi terjadi miss komunikasi. Keduanya emosi sehingga terjadilah peristiwa itu. Namun sebenarnya tidak ada pemukulan, kita ada bukti CCTV, di sana tidak ada pemukulan,” ungkap Martha ketika menerima inspeksi mendadak (sidak) dari Anggota DPRD Kabupaten Bogor Fraksi  PDI Perjuangan, Robinton Sitorus, Kamis (14/11/2019).

Berita Terkait: Usut Tuntas, Bos Asing Penganiaya Karyawan Harus Dipidana

Martha menjelaskan, kejadiannyapada 30 Oktober lalu. Linda adalah tangan kanan ST. Ketika dilakukan audit dan telah selesai, kemudian konsultan diminta kirim report voice ke buyer. Namun konsultan baru mau kirim report (laporan) ke buyer jika sudah dibayar.

“Kemudian St menyuruh Linda melakukan pembayaran. Nah sampai sore belum dibayarkan Linda. Di situ memang terjadi miss komunikasi. Linda merasa belum diperintah St, sedangkan St merasa sudah memerintah Linda, terjadilah cekcok. Sedangkan repot belum juga diterima buyer. Linda merasa benar, St juga merasa benar. Hingga akhirnya St, melempar dokumen di meja Linda, namun tidak ke arah muka Linda, hanya saja ada sebuah klip yang mengenai wajah Linda,” tuturnya.

Berita Terkait: Siksa Karyawan, Bos Pabrik Asal Korsel Dipolisikan

Linda yang sudah kembali bekerja di perushaan tersebut menambahkan bahwa dirinya melapor ke Polres Bogor bukan karena pemukulan, tapi adanya klip melayang akibat dilempar St dan mengenai jidat.

“Kita sudah saling memaafkan. Memang saya tidak bisa bahasa Inggris, tapi sedikit-sedikit paham lah tujuannya St. Sekarang saya sudah tidak ada masalah, saya sudah kerja lagi di sini,” ungkapnya.

Dari kiri, manager HRD PT SPP, Martha, Anggota DPRD Kabupaten Bogor Roninton Sitorus didampingin Jonny Sirait

Sementara Robinton Sitorus menanggapi pernyatan keduanya. “Saya menyikapi hal ini bukan sebagai lembaga (DPRD) tapi sebagai angota dewan, naluri saya sebagai wakil rakyat yang harus membela warga saya sendiri. Adapun saya punya tanggungjawab sebagai wakil rakyat. Kemudian yang perlu saya pastikan adanya penganiayaan meskipun berupa klip melayang ke jidat. Jangan sampai merugikan warga saya. Juga jangan sampai ada intimidasi,” tuturnya.

Simak Videonya di channel kami: https://youtu.be/rCHfhzzSzeI

Diapun meminta agar pemilik perusahaan tidak melakukan hal yang dapat merugikan karyawannya. “Investor asing tentunya kita layani. Tapi investor juga harus bisa menghargai karyawannya yang merupakan warga asli Indonesia. Terlepas itu ada kesalahan, jangan lah sampai tempramen emosian. Semua bisa diatasi dengan kepala dingin,” jelas Robinton.

Terakhir, Robinton berpesan agar Linda bekerja secara professional dengan baik dan tidak usah khawatir dengan adanya perlakuan intimidasi.

“Saya sebagai wakil rakyat punya tanggung jawab besar melindungi warga saya. Jadi jangan sungkan-sungkan jika kemudian hari memerlukan saya. Silahkan catat nomor telpon saya, dan jangan sungkan kalau mau mengadu, saya siap membantu, dalam hal ini bukan karena berpihak pada seseorang, melainkan berpihak pada kebenaran,” pungkasnya.

Sidak tersebut mendapat apresiasi dari perusahaan. Martha mewakili PT SPP berterima kasih atas respon yang diberikan anggota DPRD Kabupaten Bogor yang sudah peka terhadap apa yang dialami warganya. (Red)

Facebook Comments

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


Facebook