Kades Terpilih Harus Punya Inovasi Membangun Desa

dari kiri, Anggota DPR RI komisi V DPR RI, Mulyadi, Ketua DPRD Kab Bogor, Rudy Susmanto dan Kades Cihideung Udik Terpilih, H. Denny.

BOGOR, INDONEWS,– Pilkades serentak tahun 2019 yang dilaksanakan di 273 desa se Kabupaten Bogor pada 3 November lalu berjalan kondusif hampir di seluruh wilayah Kabupaten Bogor, dan hanya di beberapa desa saja yang masih terdapat permasalahan, terkait ketidakpuasan dan adanya indikasi kecurangan di wilayahnya.

“Pilkades serentak diharapkan menjadi sebuah kontestasi demokrasi tingkat desa yang dapat melahirkan para kepala desa mandiri dan inovatif, sesuai amanah Peraturan Menteri Desa Nomor 6 tahun 2014, desa sangat diharapkan menjadi pioneer dalam pembangunan dan perbaikan tata kelola keuangan desa,” jelas akitivis media sosial, Susilo Utomo, Selasa (19/11/2019).

Lebih jauh Susilo memaparkan, di ruang rapat kerja Komisi V DPR RI, bersama Menteri Desa PDTT, Anggota DPR RI dari Dapil Jawa Barat V (Kab Bogor), Mulyadi memberi masukan kepada Kemendes terkait Anggaran Dana Desa harus ada sosialisasi dan upgrading kompetensi para kepala desa.

“Mulyadi saat itu mengungkapkan, miris ketika Kabupaten Bogor yang notabene dekat dengan Pusat Pemerintahan Negara masih terdapat lebih dari 40 desa tertinggal. Sinergi antara desa dengan pemda harus berjalan beriringan agar program-program yang menyentuh langsung desa bisa optimal. Terakhir Mulyadi menambahkan bahwa dana desa menjadi stimulus untuk menghidupkan desa, jangan sampai dana desa menjadi momok menakutkan terhadap kepala desa karena takut dalam mempertanggung jawabkannya. Ada LSM yang mengawasi, maka juklak dan juknis pendampingan untuk apa dana desa dipakai itulah yang manjadi solusi kebermanfaatan Dana Desa,” papar Susilo, mengutip pernyataan Mulyadi.

Susilo juga pernah menemui salah satu kepala desa Cihideung Udik, Ciampea, Kab. Bogor, H. Denny. Kala itu, imbuh Susilo, Denny mengatakan bahwa dirinya sangat mengapresiasi jalannya pilkades yang kondusif. Denny, kata Susilo, berterima kasih kepada seluruh warga Desa Cihideung Udik, panitia pilkades dan seluruh perangkat Desa Cihideung Udik yang telah bekerja keras sehingga pilkades berjalan kondusif dan benar-benar menjadi pesta demokrasi masyarakat Desa Cihideung Udik.

“Saat berbincang santai dengan saya, dia mengatakan telah sering beristighfar kepada Allah SWT karena diamanahkan menjadi Kepala Desa Cihideung Udik. Selanjutnya ia akan melakukan komunikasi lanjutan ke seluruh komponen masyarakat Desa Cihideung Udik untuk bersatu membangun desa. Dia akan merangkul juga mantan lawannya di pilkades untuk membantu menyumbangkan saran dan ide demi membangun desa yang dipimpinnya,” papar Susilo menirukan ungkapan H. Denny.

Disampaikan Susilo, Denny yang mantan aktivis KNPI, AMPI, dan HIPMI Kabupaten Bogor ini juga sangat mengapresiasi pernyataan Anggota DPR RI dari Komisi V, Mulyadi.

“Beliau berpendapat, sudah selayaknya memang kepala desa diberikan masukan dan bimbingan terkait teknis dan maksimalisasi penggunan dana desa, karena visi besar dirinya adalah memajukan desa dengan melakukan inovasi-inovasi berbasiskan pada tujuan kesejahteraan masyarakat. Mulai dari pendataan potensi desa, pendataan asset desa hingga pada memaksimalkan potensi BUMDes dalam meraih tambahan PADes,” ungkapnya.

Susilo memaparkan, posisi Desa Cihideung Udik sesuai dengan edaran kemendes terkait Indeks Desa Membangun (IDM) berada di posisi ke 92 dengan status desa maju. “Denny sebagai kades terpilih berharap, dengan kebersamaan dan peran aktif masyarakat dalam membangun Desa Cihideung Udik, akan menjadikan desa yang lebih maju dan nenjadikan masyarakat lebih sejahtera,” paparnya.

“Mudah-mudahan seluruh kepala desa yang terpilih memiliki semangat dan tujuan yang sama karena kesejahteraan masyarakat dimulai dari desa, sehingga cita-cita mulia menjadikan Kabupaten Bogor termaju di Indonesia bukan hanya sekedar mimpi,” pungkas Susilo. (red)

Facebook Comments

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


Facebook