Keberatan, Branded Mobil Siaga Gunakan Anggaran Desa

Re-branding (design ulang) tampilan mobil Siaga Desa di Kabupaten Bogor

BOGOR, INDONEWS,– Polemik adannya re-branding atau design ulang tampilan mobil Siaga Desa di Kabupaten Bogor melalui surat yang dikeluarkan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) nomor 147/247-PK, serta ditandatangani Kepala Dinas PMD yang ditujukan kepada camat se Kabpaten Bogor terus menuai polemik, setelah sebelumnya mendapat tanggapan negatif dari netizen.

Salah satu staf desa di Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor menyebutkan desain ulang mobil operasional Siaga Desa tersebut ialah perintah dari Pemkab Bogor dengan pelaksana DPMD.

“Pemdes gak bisa branded sendiri, harus DPMD yang melakukan. Jadi Mobil Siaga Desa dibawa ke DPMD dan disana nanti di-branded,” jelasnya, Selasa (19/11/2019).

Berita Terkait: Branding Baru Mobil Siaga Desa Kabupaten Bogor Dinyinyir Netizen

Namun pihak desa mengaku keberatan lantaran biaya branded Mobil Siaga Desa tersebut menggunakan anggaran dari desa, bahkan hingga mencapai Rp3,7 juta per unit.

“Iya, pemdes bayar biaya branded Rp 3,7 juta. Kalau kita belum bayar, tapi terlaksana tahun ini. Ya kalau pemdes lain sudah banyak yang melakukan (pembayaran, red), seperti di wilayah Bogor Barat. Nanti kita yang wilayah Jonggol berbarengan brandednya ke DPMD,” tutur dia.

Ditanya darimana anggaran yang dikeluarkan pemdes untuk biaya branded Mobil Operasional Siaga Desa itu, ia menjawab bahwa anggaran diambil diambil dari BHPRD atau pos lain yang kira-kira bisa.

“Anggarannya tahun 2019. Harusnya sih di-musrembangdes-kan dulu, jadi bisa diajukan untuk anggaran tahun 2020. Ini malah pakai angggaran yang tahun 2019, dimana tidak ada anggaran untuk branded Mobil Siaga Desa,” ujarnya.

Berita Terkait: Aan: Ada yang Lebih Penting Ketimbang Re-Branding

Dengan harus membayar biaya sendiri, ia mengaku keberatan karena di anggaran tahun 2019 tidak ada anggaran untuk biaya branded. Kemudian, muncul indikasi bahwa nanti ada APBDes perubahan lagi.

“Nah, itu yang bikin kita bingung, sebenarnya memang kalau APBDes Perubahan itu bisa dilakukan sampai tiga kali perubahan, cuma kita bingung ambilnya dari pos mana,” ungkap sumber.

Dia menandaskan, gambar branded yang digunakan di Mobil Siaga Desa juga seharusnya berkaitan dengan keberadaan potensi wilayah masing-masing, seperti gambar destinasi wisata desa, handicraft atau oleh-oleh khas desa atau wilayah.

“Intinya gambar yang menunjukkan desa itu secara spesifik, sebagai promosi untuk diketahui khalayak,” pungkasnya. (Mrl)

Facebook Comments

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


Facebook