Ketum GMPK: Tanamkan Pendidikan Anti Korupsi Sejak Dini!

Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) dan ulang tahun ke-6 Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) di Malang, Jawa Timur yang berlangsung selama 4 hari, yakni mulai Jumat hingga Senin (22-25/11/2019).

MALANG, INDONEWS,– Ketua Umum (Ketum) Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK), Irjen Pol. (Purn) Bibit Samad Riyanto mengungkapkan, Indonesia bebas dan tanpa korupsi bisa diwujudkan hingga masyarakat mendapat keadilan dan kemakmuran, salah satunya jika pendidikan anti-korupsi dilakukan sejak dini.

“GMPK memiliki 5 program utama dalam memberantas korupsi, antara lain riset untuk menemukan kerawanan korupsi (coruption hazards) dan Potensi Masalah Penyebab Korupsi (PMPK) pada segenap aspek (gatra) kehidupan bangsa,” papar mantan Pimipinan KPK, saat mengisi acara dengan materi paparan Penddikan Anti Korupsi, di Hotel Pelangi, Jalan Merdeka Selatan, nomor 3, Kauman, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Jawa Timur, Sabtu (23/11/2019).

Ketua Umum (Ketum) Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK), Irjen Pol. (Purn) Bibit Samad Riyanto berfoto bersama anggota GMPK Kabupaten Bogor, Jawa Barat

Pada rangkaian acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) dan ulang tahun ke-6 Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) yang mengusung tema “Bergerak Menuju Indonesia Tanpa Korupsi” itu, terlihat sebuah banner yang menuliskan 5 Pilar GMPK: Deteksi, Pencegahan, Penangkalan, Penindakan dan Rehabilitasi.

Kemudian dalam sesi pemaparan materi pendidikan anti korupsi, Bibit menuturkan bahwa solusi, ialah mencari pemecahan masalah korupsi melalui seminar lokakarya, simposium dan sejenisnya guna mencari jalan keluar terbaik dengan pelibatkan para pakar di bidangnya.

“Konsultasi, dengan memberikan pencerahan baik terhadap entitas sosial maupun biroklrasi untuk menangani masalah korupsi pada tubuhnya masing-masing,” tutur dia.

Berita Terkait: RAKORNAS DAN HUT KE-6 GMPK, MOMENTUM WUJUDKAN INDONESIA TANPA KORUPSI

Bibit menambahkan, GMPK juga memberikan advokasi kepada para korban tindak kesewenang-wenangan oleh pihak ketiga. Dia juga menegaskan bahwa pendidikan anti korupsi harus ditanamklan sejak dini di lingkungan keluarga.

“Pendidikan anti korupsi mulai dari lingkungan keluarga, pendidikan formas (TK, SD, SLP, SLA dan PT), pendidinan non formal dan pendidikan masyarakat pada umumnya. Oleh karena itu, GMPK terbuka untuk bekerja sama dengan pihak manapun dalam memerangi korupsi. Seluruh anggota GMPK harus serius mengawal Indonesia tanpa korupsi,” pungkasnya. (Mrl)

Baca Juga: Ketua DPRD Kota Malang: Politik Tanpa Korupsi itu Indah

SIMAK VIDEONYA:

 

Facebook Comments

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


Facebook