Desain Ulang Mobil Siaga Desa, Ajang Iklan Bergerak Bupati Bogor?

Re-branding (design ulang) tampilan mobil Siaga Desa di Kabupaten Bogor

BOGOR, INDONEWS,– Desain ulang tampilan mobil Siaga Desa di Kabupaten Bogor terus menuai kontroversi. Warga Kabupaten Bogor bahkan ramai-ramai menyinyir tampilan mobil tersebut di media sosial.

Umumnya, mereka mengaku heran lantaran pada gambar hanya tertulis nama Ade Yasin, tidak mencantumkan tulisan Bupati atau Wakil Bupati.

Pada grup facebook Surga Bogor, akun RB menulis: “Di branding bgitu stuju…. hanya klw bisa logo Tegar beriman di pintu depan kanan kiri dan tdk usah pakai poto Bupati/Wabup klw pun mau poto gerbang Pemda yg trlihat dari depan bkn poto tsb….”

Komentar itu diberikan setelah admin grup facebook ‘Suara Warga Kabupaten Bogor’ (Surga Bogor), mengunggah design baru mobil Siaga Desa yang terdapat foto Bupati dan Wakil Bupati Bogor berukuran dominan, ditambah logo Gerakan Cepat (GerCep) dan hilangnya logo Tegar Beriman.

Kemudian akun ESS menulis: “Ada baiknya gak perlu ada photo…logo tegar beriman juga cukup tp itu hak mereka selama tidak melanggar aturan”.

Akun AHM menulis: “Lahh itu bener desainnya kyk gtu? Serius? Kalau beneran itu bukan desain Kab. Bogor tapi desain kampanye dong, Logo Kabupaten Bogor yg digedein bukan foto bupati”

Lantas, akun RH menulis: “Ada foto Bupati dan Wakilnya dimobil siaga Desa !!! Apa uang pribadi mereka…Kalo bukan sangat tidak setuju…Masa mobil siaga digunakan untuk iklan Bergerak !!!”

Masih banyak lagi komentar-komentar lain yang menanyakan aturan dan dasar hukumnya sampai ke urgensitas memakai design seperti itu untuk mobil siaga Desa.

Pakai Dana Desa

Re-branding mobil Siaga Desa juga membuat sejumlah desa mengaku keberatan. Sebab, biaya untuk desain ulang kendaraan tersebut dibayarkan oleh pihak desa.

Salah satu staf desa di Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor menyebutkan, desain ulang mobil operasional Siaga Desa tersebut ialah perintah dari Pemkab Bogor dengan pelaksana DPMD.

“Pemdes gak bisa branded sendiri, harus DPMD yang melakukan. Jadi Mobil Siaga Desa dibawa ke DPMD dan disana nanti di-branded,” jelasnya, Selasa (19/11/2019) lalu.

Namun pihak desa mengaku keberatan lantaran biaya branded Mobil Siaga Desa tersebut menggunakan anggaran dari desa, bahkan hingga mencapai Rp3,7 juta per unit.

“Iya, pemdes bayar biaya branded Rp 3,7 juta. Kalau kita belum bayar, tapi terlaksana tahun ini. Ya kalau pemdes lain sudah banyak yang melakukan (pembayaran, red), seperti di wilayah Bogor Barat. Nanti kita yang wilayah Jonggol berbarengan brandednya ke DPMD,” tutur dia.

Ditanya darimana anggaran yang dikeluarkan pemdes untuk biaya branded Mobil Operasional Siaga Desa itu, ia menjawab bahwa anggaran diambil diambil dari BHPRD atau pos lain yang kira-kira bisa.

“Anggarannya tahun 2019. Harusnya sih di-musrembangdes-kan dulu, jadi bisa diajukan untuk anggaran tahun 2020. Ini malah pakai angggaran yang tahun 2019, dimana tidak ada anggaran untuk branded Mobil Siaga Desa,” ujarnya.

Dengan harus membayar biaya sendiri, ia mengaku keberatan karena di anggaran tahun 2019 tidak ada anggaran untuk biaya branded. Kemudian, muncul indikasi bahwa nanti ada APBDes perubahan lagi.

“Nah, itu yang bikin kita bingung, sebenarnya memang kalau APBDes Perubahan itu bisa dilakukan sampai tiga kali perubahan, cuma kita bingung ambilnya dari pos mana,” ungkap sumber.

Dia menandaskan, gambar branded yang digunakan di Mobil Siaga Desa juga seharusnya berkaitan dengan keberadaan potensi wilayah masing-masing, seperti gambar destinasi wisata desa, handicraft atau oleh-oleh khas desa atau wilayah.

“Intinya gambar yang menunjukkan desa itu secara spesifik, sebagai promosi untuk diketahui khalayak,” pungkasnya. (red)

Facebook Comments

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


Facebook