O2SN Cileungsi Sempat Diwarnai Kericuhan

Ketua dan Panitia O2SN Kec Cileungsi

BOGOR, INDONEWS,– Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor digelar Rabu (27/11/2019) dengan bebarapa lokasi  sesuai cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan. Salah satunya Cabor Karate di SDN Cipicung 03.

O2SN tingkat Kecamatan Cileungsi sendiri mempertandingkan 10 cabor yaitu karate, sepak bola mini, bola voli , tenis meja , renang, sepak takraw, bulu tangkis, catur, silat dan atletik. Lomba sendiri diikuti sekitar 90 sekolah, baik negeri maupun swasta yang ada di Kecamatan Cileungsi.

Salah satu tujuan O2SN, yaitu untuk menemukan bibit-bibit baru atlet muda Indonesia dalam bidang olahraga yang dilaksanakan secara berjenjang, mulai dari tingkat sekolah dasar, SMP dan SMU sederajat.

Ketua Penyelenggara O2SN Cileungsi, H. Iwan sekaligus sebagai Ketua K3S Cileungsi menjelaskan, dana untuk penyelenggaraan lomba O2SN tahun 2019 ini berasal dari Biaya Operasional Sekolah (BOS).

“Ada 10 cabor yang dipertandingkan dan sekitar 90 sekolah yang ikut bertanding. Anggaran O2SN bersumber dari dana BOS, jadi sesuai petujuk pelaksanaan (juklak) dana BOS,” paparnya.

Hasil lomba, peserta yang menjadi juara 1 akan dipertandingkan kembali di tingkat Kabupaten. H. Iwan berharap para kepala sekolah bisa memberi perhatian kepada peserta yang mewakili sekolahnya, sebagai bentuk penghargaan memacu semangat anak dalam meraih prestasi.

“Untuk murid yang meraih juara, sudah selayaknya mendapat apresiasi dari para kepala sekolah yang bersangkutan, ya seperti perhatian lah agar mereka lebih bersemangat atau termotivasi dalam meraih prestasi,” katanya.

Menurutnya, banyak hal lain yang bisa merangsang atau menstimulan motivasi anak didik oleh para kepala sekolah.

“Siswa-siswi yang bertanding adalah yang berprestasi, kita harus apresiasi karena mereka juga sebagai acuan kemajuan bidang olahraga suatu wilayah, dalam hal ini membawa nama harum Kabupaten Bogor, khususnya Kecamatan Cileungsi. Tidak lupa juga, pastinya mengharumkan nama sekolah,” jelasnya.

Terkait adanya isu wasit dan juri cabang Karate, yang konon utusan dari Forki Kabupaten Bogor, yang diduga melakukan kecurangan, tidak fair dan tidak objektif dalam penilaian, sehingga menyebabkan kericuhan antara orangtua murid dan wasit atau juri, H.Iwan mengatakan, bahwa panitia sudah sengaja mendatangkan juri dan wasit dari FORKI supaya penilaian secara teknis bisa lebih fair.

“Adanya dugaan kericuhan saat berlangsungnya pertandingan, semoga ini menjadi bahan evaluasi kedepannya bagi Forki, sehingga kedepan bisa lebih baik lagi. Kalau kami hanya mendatangkan, persoalan penilaian teknis Karate kami memang tidak memahami, karena memang ada tingkat kerumitannya. Saya kira begitu. Pastinya harus menjunjung sportifitas,” tutupnya. (Mrl)

Facebook Comments

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


Facebook