Pemberantasan Korupsi Harus Jadi Agenda Nasional

foto bersama usai seminar nasional hari anti korupsi sedunia, di Kantor GMPK Pusat, Jalan Budi Raya Nomor 9, Kemanggisan Jakarta Barat

JAKARTA, INDONEWS,– Korupsi menjadi salah satu penyebab utama memburuknya perekonomian suatu bangsa, dan menjadi penghalang upaya mengurangi kemiskinan dan pembangunan. Korupsi juga memunculkan keprihatinan bangsa Indonesia sehingga perlu peran semua elemen untuk memberantasnya.

Ironisnya, kasus korupsi di bumi pertiwi seolah sudah menggurita dan berskala luas. Semua level pemerintah terpapar kasus korupsi, bahkan hingga di tingkat desa.

Berkaitan dengan hal itu, serta di momen peringatan hari anti korupsi sedunia, Ketua Umum Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) Bibit Samad Rianto mengatakan bahwa pemberantasan korupsi di Indonesia dewasa ini ada pada masalah sistem dan masalah moral.

“Salah satu kunci untuk memberantas korupsi yaitu melalui peran semua elemen bangsa dan ada pada masalah sistem dan masalah moral,” ucap Bibit, Senin (9/12/2019).

Dikatakan Bibit, sistem yang dimaksud yakni mencakup sistem politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum dan pertahanan keamanan, pengelolaan sumber daya manusia dan sumber daya alam, geografi, dan birokrasi.

“Sistem tersebut harus ditata oleh negara dan masyarakat meski saat ini sistem sudah cukup, tapi tetap harus diperbaiki lagi,” ungkap Bibit.

Menurut Mantan Komisioner KPK tersebut, masalah moral menjadi masalah utama berkembang biaknya korupsi di Indonesia.

“Moral kita sudah terdegradasi, sampai pada moral bangsa yang sempit yaitu: aku dapat berapa kamu dapat berapa. Moral tergadai oleh transaksi politik yang picik. Dan moral bangsa tersebut harus dikembalikan pada idealisme realisme yaitu elite dan pemerintah harus merasa cukup,” ujar purnawirawan Polri saat menghadiri seminar nasional hari anti korupsi sedunia, di Kantor GMPK Pusat, Jalan Budi Raya Nomor 9, Kemanggisan Jakarta Barat, dengan tema Masyarakat Sejahtera Tanpa Korupsi.

Agenda Nasional

Menurut Bibit, praktik korupsi harus jadi musuh bersama. Itulah kenapa pada Peringatan Hari Anti-Korupsi tahun ini dan tahun-tahun sebelumnya Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) masih menjadikan narasi “pembangunan” dalam tema besar perang melawan korupsi.

“Semasif apapun pembangunan di sebuah negara, maka akan sia-sia atau tidak memberi dampak kesejahteraan untuk rakyat selama praktik korupsi masih masif. Sebagai negara yang bercita-cita menjadi salah satu negara termaju di dunia pada 2045, Indonesia harus terus dan tetap menjadikan pemberantasan korupsi sebagai agenda nasional. Yang meringankan langkah kita berlari menjadi negara maju pada 2045 nanti adalah jika praktik korupsi tidak lagi ‘menghantui’ berbagai program pembangunan nasional kita,” paparnya.

Baca Juga: Hari Anti Korupsi, Jangan Jadi Peringatan Belaka

Lebih jauh Bibit mengatakan, pemberantasan korupsi harus dijadikan prioritas dan landasan utama tiap praktik program pembangunan nasional. Tujuannya agar setiap sen rupiah uang rakyat yang dikeluarkan untuk membangun terutama infrastruktur fisik maupun program pemberdayaan masyarakat, 100 persen manfaatnya kembali ke rakyat.

“Salah satu parameter apakah negara ini sudah bisa berlari kencang menjadi negara maju adalah dengan melihat Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia yang dikeluarkan Lembaga Transparansi Internasional,” pungkasnya. (red)

Facebook Comments

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


Facebook