Jembatan Gerendong Rumpin Hanyut, APH Harus Periksa Kontraktor

BOGOR, INDONEWS,– Terkait hanyutnya Jembatan Gerendong Rumpin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, aparat penegak hukum (APH) seperti kejaksaan dan tipikor serta polri diminta memeriksa pihak kontraktor. Sebab, hanyutnya jembatan yang terbawa arus sungai Cisadane itu akibat kesalahan kontruksi.

Anggota DPRD Kabupaten Bogor Daeng Nurdiana menyebutkan, pihak kontraktor gegabah membangun jembatan senilai Rp14 miliar tersebut dengan tidak memperhitungklan titik maksimal air sungai Cisadane saat banjir, sehingga jembatan ikut terbawa air saat terjadi banjir.

“Memang ini bencana, tapi perencanaan pembangunan seharusnya dilakukan secara matang oleh kontraktor, sehingga tidak terjadi peristiwa ini,” ucap Daeng saat meninjau lokasi, Minggu 8 Desember 2019.

“Saya menduga ada kelaialain dalam pengerjaan ini. Tapi yang pasti saya akan kordinasi dengan Komisi III terkait pembangunan jembatan gerendong,”pungkasnya.

Diketahui, Konsultan Pengawas proyek pembangunan jembatan Gerendong Rumpin ialah PT. Kriyasa Abdi Nusantara dan penyedia jasanya PT. Yasuba Dwi Perkasa.

Ketua Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) Kabupaten Bogor, Jonny Sirait mengatakan hal sama, bahwa hanyutnya jembatan diduga akibat kesalahan kontraktor.

“Itu kesalahan fatal kontraktor. Dan konsultan pengawas juga tidak bisa lepas tanggung jawab. Jembatan ini dibangun dengan dana APBD sebesar Rp14 miliar. Namun karena hanyut uang tersebut pun hilang begitu saja,” ujar Jonny saat ditemui Indonews, Rabu (11/12/2019).

Akibat kejadian ini, Jonny meminta kejaksaan, tipikor termasuk Polri memeriksa kontraktor karena uang rakyat hilang begitu saja.

“Jembatan Gerendong baru terpasang kerangkanya itu berukuran kurang lebih memiliki panjang 45 meter. Akibat tiang penyangga jembatan tidak mampu menahan deras air yang datang dari arah Bogor menjadikan jembatan ambruk dan hanyut terbawa arus air. Kita minta APH segera memeriksa pihak terkait dalam proyek pengerjaan jembatan,” pungkas Jonny.

Sementara di pihak kepolisian, Kapolsek Rumpin, Kompol Asep Saepudin mengatakan, dengan ambruknya tiang penyangga jembatan tersebut, maka besi baja yang sudah dirakit atau terpasang jatuh dan hanyut  terseret arus air.

“Tak ada korban jiwa ataupun luka-luka atas kejadian ini, namun kerugian mencapai miliaran rupiah,” katanya.

Seperti diketahui, banjir bandang yang menerjang wilayah Desa Kampung Sawah, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, membuat jembatan kali Cisadane gerendong ambruk terbawa derasnya air.

Ambruknya jembatan yang merupakan proyek akhir tahun milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, disinyalir tiang penyangga jembatan tidak mampu menahan derasnya air kali Cisadane yang terjadi saat itu. (red)

Facebook Comments

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


Facebook