Wartawan Diintimidasi, Diduga Oleh Pihak Kontraktor

Ilustrasi

BOGOR, INDONEWS,– Salah seorang wartawan di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, berinisial HY mengaku diintimidasi saat dirinya berada di kantor Dinas PUPR Kabupaten Bogor, pada Senin, 16 Desember 2019.

HY menuturkan, kedatangannya ke Dinas PUPR untuk mengkonfirmasi dan menunjukan foto terkait pekerjaan yang dikerjakan CV. Naga Timbul.

“Pertama saya datang ke pak R (inisial, red) sebagai PPK yang ada di Dinas PUPR Kab. Bogor. Saat itu saya sedang memberikan gambar terkait pekerjaan yang dilakukan CV. Naga Timbul. Saat ngobrol, pak R manggil BS yang punya pekerjaan, dan langsung memarahi saya. Setelah itu ia pergi sekitar 1 menit, terus datang orang yang narik-narik jaket saya,” jelas HY, Rabu (18/12/2019).

Saat terjadi ketegangan, tambahnya, staf Dinas PUPR pun berusaha melerai. “Namun terdengar ada orang yang teriak ke saya, dia sopir pribadi. Dia ngomong; ku tikam kau. Saya tak menyangka akan terjadi seperti ini. Padahal saya hanya menjalankan tugas kewartawanan,” pungkasnya.

Akibat tindakan intimidasi yang dilakukan pihak CV. Naga Timbul dalam hal ini pimpinannya berinisial BS, korban HY mengaku akan melaporkannya ke pihak yang berwajib.

“Dalam ketentuan pidana pasal 18 itu dikatakan setiap orang yang melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang dapat menghampat atau menghalangi ketentuan pasal 4 ayat 2 dan ayat 3 terkait penghalang-halangan upaya media untuk mencari dan mengolah informasi, dapat dipidana dalam pidana kurungan penjara selama 2 tahun atau denda paling banyak 500 juta rupiah. Maka saya akan melapor berdasarkan ketentuan ini,” ujarnya.

Selain itu, tandas HY, di dalam KUHP (Kitab Undang-Undang Hukum Pidana) Pasal 369 Ayat 1 disebutkan bahwa barang siapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, dengan ancaman pencemaran baik lisan maupun tulisan atau dengan ancaman akan membuka rahasia, memaksa seseorang supaya memberikan sesuatu barang yang seluruhnya atau sebagian milik orang lain, atau supaya memberikan hutang atau menghapus piutang, diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun.

“Jadi bagi pelaku pengancaman bisa dipidana penjara paling lama 4 tahun. Ini pun nanti akan jadi dasar laporan saya,” pungkasnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi ke BS, sampai berita ini ditayakngkan belum ada jawaban. (red)

Facebook Comments

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


Facebook