Gelar Pengobatan Gratis, PDI Perjuangan Maknai Hari Ibu

Pengurus DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bogor berfoto bersama usai menggelar bakti sosial pengobatan gratis dalam rangka memaknai Hari Ibu.

BOGOR, INDONEWS,– Pagi itu, Minggu 22 Desember 2019, masyarakat Pamijahan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat tak seperti biasa berbondong ke Yayasan Al Barkah, Jln. Kapten Dasuki, Gunung Menyan, Pamijahan.

Di lokasi, masyarakat diterima sejumlah orang berpakaian merah dan dipersilahkan mengisi buku tamu. Anak-anak hingga usia tua kemudian duduk rapi di kursi yang sudah disediakan. Tak lama kemudian, muncul sosok pria untuk menyapa masyarakat. Dia adalah HR Bayu Syahjohan, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bogor.

Setelah semua masyarakat dipastikan hadir, seorang wanita dengan pengeras suara membuka acara. Diketahui ialah pengobatan gratis PDI Perjuangan Kabupaten Bogor, dalam rangka peringatan hari ibu, yang jatuh setiap 22 Desember.

Dalam sambutannya, HR Bayu Syahjohan menyampaiakn, bahwa kegiatan sosial seperti ini sudah menjadi rutinitas PDI Perjuangan Kabupaten Bogor di setiap momen atau peringatan hari besar

“Kami mengadakan acara seperti ini tak lain ingin membuktikan bahwa PDI Perjuangan selalu ada ditengah-tengah masyarakat. Selain itu, acara kita gelar karena sesuai dengan perintah partai, agar kita selalu memperhatikan kebutuhan masyarakat, khususnya bidang pendidikan dan kesehatan,” jelas Bayu

Menurut Bayu, bakti sosial pengobatan gratis yang diparkasai PDI Perjuangan merupakan sebuah cerminan bagi masyarakat bahwa PDI Perjuangan siap dan selalu ada untuk masyarakat.

“Dengan kegiatan ini, kami berharap masyarakat dapat hidup sehat. Kami selalu berusaha hadir demi terwujudnya hidup sehat, khususnya bagi masyarakat Pamijahan dan sekitarnya,” kata Bayu.

Menurutnya, PDI Perjuangan tidak hanya merayakan Hari Ibu, namun juga memberikan edukasi kepada masyarakat tentang makna di balik Hari Ibu, terlebih dari sisi peranan seorang perempuan.

“Meski saat ini eranya milenial, banyak orang masih memperingati hari bersejarah ini, tapi terkadang mereka tak faham makna Hari Ibu. Seperi kita ketahui, perjuangan kaum perempuan Indonesia telah menempuh jalan panjang dalam mewujudkan peran sesungguhnya. Ini bahkan jadi momentum yang membuat perempuan harus bisa mengoreksi kekurangan dan kelemahan yang dihadapi. Kaum perempuan Indonesia harus memperjuangkan peranan dan kedudukannya dalam kancah kehidupan berbangsa dan bernegara,” tandasnya.

Pantauan di lokasi, acara dihadiri anggota DPRD Kabupaten Bogor Fraksi PDI Perjuangan Robinton Sitorus, Hj. Dian Rosita dan H. Barkah dan dihadiri sekitar 500 tamu undangan termasuk masyarakat yang hendak berobat. Sedangkan tenaga medis, dipimpin Kepala Puskesmas Pamijahan, dr Sista.

Sementara di pihak Yayasan Al-Barkah, Chepy Bella yang juga pengurus DPC PDI Perjuangan mengatakan, Hari Ibu memiliki definisi kasih sayang ibu sepanjang masa. Sehingg makna tersebut dimplementasikan oleh PDI Perjuangan untuk berbagi kasih sayang kepada masyarakat.

“Pada kenyataannya memang ibu selalu menyayangi kita, bahkan sampai akhir hayatnya. Jasanya tidak terbendung dan tidak terhitung banyaknya, sejak kita lahir ke dunia ini dan pertama kali menangis, sang ibulah yang menyambut kita dengan kebahagiaan dan penuh harapan. Maka PDI Perjuangan pun ingin menjadi sosok ibu bagi masyarakat, salah satunya dibuktikan dengan digelarnya acara ini,”ucap Chepy.

Saat diwawancari wartawan, Panitia Pelaksana pengobatan gratis, Sasha Saijah Sambyah SE, MM atau karib disapa Sasha menjelaskan, Hari Ibu sendiri ditetapkan oleh Presiden Soekarno, yang melalui Dekrit Presiden Nomor 316 tahun 1959 serta menetapkan tanggal 22 Desember sebagai hari ibu. Hal ini karena pada tanggal tersebut pertama kalinya diselenggarakan Kongres Perempuan Indonesia yang dilangsungkan di Jogjakarta tahun 1928. Peristiwa ini dikenang sebagai awal mula perjuangan kaum perempuan di Indonesia.

“Pada tanggal tersebut berbagai pemimpin dari organisasi perempuan di seluruh Indonesia berkumpul untuk bersatu dan berjuang demi kemerdekaan serta perbaikan nasib kaum perempuan,” jelasnya.

Ketika Presiden Soekarno menetapkan Hari Kartini sebagai bentuk penghargaan terhadap aktivis yang memperjuangkan emansipasi wanita, yaitu Raden Ajeng Kartini, banyak warga Indonesia pada saat itu memprotes kebijakan Presiden karena Kartini dianggap hanya melakukan perjuangan di daerah Jepara dan Rembang.

“Kartini juga dianggap lebih pro terhadap Belanda. Untuk menghindari protes dari para warga tersebut, Presiden Soekarno yang terlanjur sudah menetapkan Hari Kartini, akhirnya menetapkan Hari Ibu untuk mengenang para pahlawan wanita lainnya. Kira-kira begitu sejarahnya hari Ibu ini,” kata dia.

Namun, imbuh Sasha, terlepas dari sejarahnya tersebut, PDI Perjuangan menggarisbawahi agar Hari Ibu dijadikan momentum demi bangsa yang maju dengan penuh kasih sayang layaknya seorang ibu kepada anak.

“Maka dengan dalam rangka peringatan Hari Ibu, PDI Perjuangan Kabupaten Bogor menggelar pengobatan gratis sebagai bentuk bahwa kami PDI Perjuangan mencintai bangsa, mencintai rakyat Indonesia,” ucapnya.

Sasha menyebutkan, Hari Ibu hakekatnya dapat mengingatkan seluruh rakyat Indonesia, terutama generasi muda akan arti dan makna Peringatan Hari Ibu.

“Pada dasarnya ini adalah sebuah momentum kebangkitan bangsa, penggalangan rasa persatuan dan kesatuan, serta gerak perjuangan kaum perempuan yang tidak dapat dipisahkan. Khususnya dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Maka, selain pengobatan gratis, kita harap masyarakat lebih cerdas atau memiliki pengetahuan lebih tentang Hari Ibu ini,” pungkasnya. (bon)

 

Facebook Comments

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


Facebook