Jelang Akhir Tahun, Polres Sumedang Ringkus 13 Tersangka Kejahatan

SUMEDANG,INDONEWS,– Menjelang pergantian tahun 2019, Kepolisian Resor Sumedang, Jawa Barat berhasil mengungkap kasus tindak pidana yang dilakukan 13 tersangka.

Pengungkapan kasus ini dilakukan polsek jajaran Polres Sumedang, antara lain Polsek Cimanggung, Jatinangor dan Pamulihan.

“Kasus tindak pidana yang terungkap ialah penyalahgunaan senjata tajam tanpa izin, seperti soft gun dan tindak pidana pengeroyokan serta pencurian dengan pemberatan (curat). Dari kasus menonjol ini, kami mengamankan 13 tersangka,” ujar Kapolres Sumedang AKBP Dwi Indra Laksmana didampingi Kapolsek Cimanggung Kompol Herdis Suhardiman, Kapolsek Jatinangor Denny Solichin dan Kapolsek Pamulihan Iptu Agus Permana, saat menggelar Konferensi Pers di Mapolsek Cimanggung, Kamis, 26 Desember 2019.

Para tersangka tindak pidana yang ditangkap jajaran Polres Sumedang.

Lebih jauh Dwi mengungkapkan, pengungkapan kasus ini ketika jajarannya melaksanakan operasi dengan sandi Lilin Lodaya 2019.

Dalam keterangan persnya, Dwi memaparkan para pelaku di antaranya dengan sengaja membawa sajam jenis golok, rencong, kapak, keling, dan lailn-lain yang digunakan untuk tindak kejahatan.

“Untuk kasus pengeroyokan, para pelaku melakukannya dengan cara memukul dan menjebak korban serta melakukan pengrusakan terhadap kendaraan korban,” katas Dwi.

Sementara Kasus pencurian dengan pemberatan, kata dia, modusnya para pelaku masuk ke dalam rumah korban dengan cara naik ke lantai melalui dinding samping rumah menggunakan tangga bambu, kemudian merusak pintu jendela. Beruntung, aksi pelaku diketahui pemilik rumah hingga berhasil ditangkap.

“Dari kasus ini, barang bukti yang berhasil diamankan yaitu 5 unit handphone berbagai merk, 14 buah sajam, 3 buah tabung gas, 2 unit kendaraan roda dua berbagai merk, 1 buah keling, 1 spion mobil, dan sepucuk soft gun,” ucap dia.

Dalam perkara ini, para pelaku dijerat dengan pasal 2 ayat satu UUD Darurat nomor 12 Tahun 1951, pasal 170, ayat satu KUHP Pidana dan pasal 363 KUHP pidana, dengan ancaman hukuman 5 sampai 10 tahun penjara.

“Atas pengungkapan ini, kami mohon dukungan dari semua elemen masyarakat untuk membantu tugas kepolisian di wilayah masing-masing agar tercipta keamanan dan ketertiban masyarakat. Kami juga memohon agar masyarakat mendukung segala program demi jalannya pembangunan, dengan cara memnimalisir tingkat kejahatan konfensional,” pungkasnya. (Ydi/bas)

 

Facebook Comments

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


Facebook